Suara.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mendengarkan curahan hati (curhat) petani bernama Maruf ketika mengunjungi daerah Kediri, Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, Maruf menjerit soal panen tomat.
Maruf ialah petani yang ditemui Sandiaga dalam acara dialog bersama petani perwakilan desa dari kabupaten Kediri di Rumah Makan Lanny, Jalan Soekarno Hatta, Kediri, Jawa Timur, Kamis (20/12/2018).
"Jual tomat bikin sakit hati. 70 kilogram hanya dihargai Rp 7000 pak. Saya harap kalau jadi wapres perbaiki nasib ekonomi petani. Perlu ada Harga Eceran Terendah, sehingga kami tidak rugi pak,” kata Maruf kepada Sandiaga.
Curhatan Maruf membuat Sandiaga terenyuh dan langsung memeluk lelaki paruh baya itu. "Sabar ya Pak Maruf,” kata Sandiaga sambil menepuk-nepuk Maruf.
Jika memenangkan Pilpres 2019, Sandiaga berusaha untuk menerapkan program yang pernah dijalankannya saat menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Program yang dimaksud adalah program serupa food station yang sistemnya pembelian langsung dari petani untuk penyederhanaan distribusi dan transparan.
"Seperti saat kami menggagas pembelian telur dari Blitar untuk menjaga pasokan agar harga telur di DKI Jakarta kala itu terus stabil dan terjangkau. Pembelian langsung dilakukan PT Tjipinang Food Station. Warga DKI butuh telur 160 ton per hari, 100 tonnya dari Blitar,” paparnya
Selain Maruf, Bambang, salah seorang petani tebu yang hadir dalam acara tersebut juga mengeluh kalau harga tebu terus menurun dikarenakan adanya impor gula yang dilakukan pemerintah.
"Kami petani tebu rasanya ingin menangis Pak, tapi ya airmata ini sudah kering. Lagi panen kok ya tega impor gula dari negara lain. Apakah mau mematikan petani?," kata Bambang.
Menanggapi curhatan Bambang, lantas Sandiaga menyebut bahwa dirinya sudah menandatangani kotrak politik dengan para petani tebu di Lumajang. Setidaknya ada tujuh permintaan para petani tebu yang harus dipenuhinya kalau terpilih menjadi Wakil Presiden periode 2019-2024.
Baca Juga: Prabowo - Sandiaga Punya Pelatih Debat Pilpres 2019
Tujuh kontrak politik itu ialah stop impor, memberantas mafia pangan, subsidi pupuk, alat-alat pertanian, revitalisasi pabrik gula plat merah, memberikan kredit lunak dan ringan pada petani tebu, menghapus monopoli penjualan gula serta memperbaiki tata niaga gula.
"Ini sudah saya tandatangani, insya Allah saya akan penuhi jika amanat diberikan kepada Pak Prabowo dan saya,” tegasnya.
Berita Terkait
-
MBG Berpotensi Lebih Menguntungkan Tengkulak daripada Petani
-
Membedah Modus Sindikat Judol: Incar Petani dan IRT Jadi Penampung Rekening, Cuma Dibayar Rp100 Ribu
-
Modus Ternak Rekening Judol Libatkan Petani hingga IRT, Dugaan Keterlibatan Bank Perlu Diusut
-
Ekspor Kopi RI Mau Digenjot 2,5 Kali Lipat, Target Rp100 Triliun!
-
Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi