Suara.com - Tukang bakso bernama Heru Siswantoro (24) terpaksa ditangkap karena ulahnya yang nekat menyampaikan ujaran kebencian kepada polisi melalui tulisan yang diunggah di akun Facebook pribadinya atas nama Herudoradore.
Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran mengatakan, status yang diunggah Heru sudah mengandung ujaran kebencian kepada Polri. Heru sendiri ditangkap saat terjaring razia yang dilakukan anggota polisi setempat.
"Jadi dia mengunggah status, lantaran diamankan petugas Polsek Rowokangkung yang sedang menggelar operasi dan bersangkutan tidak memakai helm," kata Hasran seperti dikutip Beritajatim.com, Jumat (21/12/2018).
Ujaran kebencian itu disampaikan Heru dengan menggunakan bahasa jawa. Adapun isi postingan itu yakni: "Aneh aneh Polsek Rowokangkung isuk isuk onok oprasi lek butuh duwek kok gak krjo seng gena pegawenane meres wong cilik #sangatceremet".
Saat dilakukan pemeriksaan, Heru ternyata seorang residivis lantaran pernah masuk penjara setelah melakukan aksi pencurian. Namun, terkait kasus ini, Heru tak lagi merasakan dinginnya jeruji besi.
Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban mengatakan jika polisi kembali melepaskan Heru setelah meminta maaf kepada polisi dan berjanji tak akan mengulangi perbuatannya.
"Heru tidak kami lanjutkan penyidikan dan dia mengakui salah. Dia juga siap tidak mengulangi tindakannya," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Kualat Nyolong Tas Istrinya Pak Haji, Riz Balik ke Penjara
-
Cicil Motor Ninja 250 R, Andik 18 Kali Mencuri
-
Modal Borgol dan Ajak Makan di RS, Sopir Taksi Online Ditipu Residivis
-
Aksinya Jadi Kapolsek Gadungan Antar Lagi Kamarudin ke Penjara
-
Pelaku Teror Pospol Lamongan Ternyata Residivis Kasus Pembunuhan
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI