News / Nasional
Selasa, 01 Januari 2019 | 11:47 WIB
Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak. (Suara.com/Arga)

Suara.com - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menyoroti persoalan 31 juta Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang masih bermasalah menjelang Pemilu 2019.

Ia menilai, apabila hingga hari pencoblosan belum bisa terselesaikan, Pilpres 2019 pun akan berubah menjadi Prabowo-Sandiaga versus kecurangan.

Dahnil menjelaskan, masalah DPT bukan hanya ada di 31 juta penduduk yang memiliki E-KTP, namun belum terdaftar saja. Akan tetapi juga pemilih-pemilih siluman yang menjadi momok bagi kubu Prabowo-Sandiaga.

"Kalau kemudian DPT ini waktu kemarin masih 31 juta ini masih bermasalah, Pilpres 2019 ini namanya bukan pertarungan Prabowo-Sandi lawan Jokowi-Ma'ruf tapi pertarungan Prabowo-Sandi versus kecurangan," kata Dahnil dalam acara bertajuk 'Refleksi Akhir Tahun' di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (31/12/2018).

Dahnil menilai apabila kekacauan DPT tersebut memang sengaja dilakukan untuk menggembungkan suara, nantinya hanya akan menghasilkan pemimpin yang tidak kredibel.

Tidak ada cara yang bisa ditempuh selain adanya pengawasan masif dari masyarakat selama tahapan pemilu berlangsung hingga penghitungan suara untuk menghindari adanya kecurangan.

Selain itu, Dahnil juga melihat Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus bekerja keras untuk kembali mendapatkan kepercayaan publik. Pasalnya, menurut Dahnil kepercayaan masyarakat kepada KPU sebagai penyelenggara negara mulai berkurang semenjak menetapkan kotak suara yang terbuat dari bahan kardus karena dinilai rentan dengan manipulasi suara.

"Jadi kami akan pantengin DPT, kalau kemudian DPT itu masih dibuka peluang-peluang tambahan-tambahan yang irasional, maka sejak awal Pak Prabowo menyebutkan buat apa kita bertarung. Kita mau berkompetisi antara Prabowo-Sandi vs Jokowi-Ma'ruf bukan Prabowo-Sandi vs kecurangan," pungkasnya.

Baca Juga: Malam Tahun Baru Pandeglang Dilanda Banjir, Ada yang Sampai Atap Rumah

Load More