Suara.com - Hari pertama tahun 2019, Selasa (1/1), warga Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, harus menyimpan keinginan untuk pulang dari pengungsian setelah diterpa gelombang tsunami.
Pasalnya, rumah yang mereka tinggalkan mengungsi sejak tsunami melanda Sabtu (22/12), harus kembali terendam air. Kali ini, rumah mereka direndam air banjir, Selasa pagi.
Banjir yang merendam Kampung BTN Sentul, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Pandeglang ini merupakan kali kedua sejak tsunami melanda.
Sebelumnya, Rabu pagi (26/12/2018), kawasan ini dan sejumlah desa lainnya terendam banjir.
Wartawan BantenHits—jaringan Suara.com Engkos Kosasih melaporkan, warga terdampak banjir di Kampung BTN Sentul, Desa Teluk berjumlah sekitar 500 warga. Rumah mereka terendam air dengan ketinggian hampir sekitar 3 meter.
“Aliran sungai Cipunten Agung kembali meluap, akibat hujan yang tidak kunjung berhenti dari semalam,” kata Alam warga sekitar Labuan.
Selain derasnya hujan, banjir juga disebabkan terhalangnya tumpukan perahu yang berlabuh di sepanjang aliran sungai. Alhasil, aliran sungai terhalang, lalu meluap ke pemukiman warga.
“Kemarin pas tsunami sudah meluap, ini meluap lagi. Kami harap ada solusi agar aliran sungai Ciputen Agung tidak terus meluap.”
Sebelumnya, luapan Sungai Cisata di Kampung Kampung Sukamara, Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang telah menyebabkan terputusnya jembatan sepanjang 12 meter, yang menghubungkan empat desa di Kecamatan Cisata saat malam pergantian tahun.
Baca Juga: Ingin Tampil di Olimpiade 2020, Tommy Berharap Dapat Restu PBSI
Akibat ambruknya jembatan sepanjang 12 meter dan lebar 5 meter itu, aktivitas warga lumpuh. Bahkan, kalau jembatan tersebut terus dibiarkan menyumbat aliran sungai akan berdampak banjir ke permukiman warga.
Berita ini kali pertama diterbitkan Bantenhits.com dengan judul “Hari Pertama 2019, Banjir Setinggi 3 Meter Kembali Rendam Ratusan Rumah Warga Labuan”
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser