Suara.com - Nenasokhi Zai (41), Kepala Desa tewas usai dibacok Ama Selvin Lase alias BZL (44) dan dua anaknya berinsial OL (15) dan DL (18). Mirisnya, satu keluarga yang menjadi pelaku pembunuhan itu masih memiliki hubungan keluarga korban.
Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan menjelaskan kasus pembunuhan itu terjadi saat awal tahun baru atau pada Selasa (1/1/2019) lalu. Seusai kejadian, polisi lalu menangkap para tersebut.
"Pelaku merupakan ayah dan anak. Mereka ditangkap beberapa jam setelah kejadian," kata Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan seperti diwartakan Kabarmedan.com--jaringan Suara.com, kemarin.
Deni menyampaikan jika peristiwa nahas itu terjadi saat korban melintas di depan rumah pelaku. Motif para pelaku membunuh korban karena dendam. Saat itu, korban sempat terselibat cekcok mulut dengan Ama.
"Motifnya dendam lama," terang dia.
Buntut dari ribut mulut itu, kata dia, pelaku mengambil parang dan mengejar serta membacok korban.
"Korban yang sempat mencoba kabur dihalangi kedua anak pelaku dan langsung membacok korban," ungkapnya.
Dari penangkapan kepada satu keluarga itu, polisi turut menyita sejumlah barang bukti yang di antaranya tiga buah parang dari para pelaku. Atas perbuatannya itum, Ama dan dua anak kandungnya itu kini meringkuk di penjara.
"Pelaku kita jerat dengan Pasal 170 Ayat 2 ke 3e atau Pasal 351 Ayat 3 dari KUHP. Ancaman hukumannya sembilan tahun penjara,” tandasnya.
Baca Juga: Huawei Potong Gaji Staf yang Nge-Tweet Gunakan iPhone
Berita Terkait
-
Bermotif Utang, Pembunuh Ibu dan Anak Ternyata Calon TKI
-
Istrinya Tewas, Dwi Kini Menanti Kabar Si Bungsu yang Hilang Saat Tsunami
-
Polisi Dalami Motif Lain Pembunuhan Wanita Telanjang di Apartemen Kebagusan
-
Buruh Kelapa Sawit Dibunuh, Leher Digorok Nyaris Putus
-
Detik - detik Ali Muhson Bunuh Selingkuhan Istrinya, Dibacok Pakai Sabit
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Mengenal Istilah Ngadal: Tradisi 'Magang' Anak SMP Jadi Penjaga Perlintasan Rel Liar
-
Rekam Jejak Kontroversial Sara Duterte: Dari Pukul Petugas hingga Ancam Pembunuhan Ferdinand Marcos
-
Sistem Biokontainment Amerika Serikat Siaga Penuh Antisipasi Ledakan Kasus Hantavirus
-
Puan Maharani Soal Larangan Nobar Film 'Pesta Babi', Minta DPR Panggil Pihak Terkait
-
SMAN 1 Pontianak Tuntut Klarifikasi LCC 4 Pilar MPR RI: Juri Diduga Tak Konsisten
-
Mencekam Hantavirus di Kapal MV Hondius, dari Pasien Kritis Sempat Didiagnosis Cuma Mengalami Stres
-
Minta Maaf ke Siswa SMAN 1 Pontianak, Hetifah Sjaifudian Perjuangkan Tanding Ulang LCC 4 Pilar
-
Datang ke RSCM, Oditur Militer Pulang Tanpa Bisa Temui Andrie Yunus
-
Usut Korupsi Outsourcing Pekalongan, KPK Cecar Ryan Savero Soal Aliran Uang ke Fadia Arafiq