Suara.com - Tumpukkan pasir misterius yang belakangan diduga mengandung limbah racun menggegerkan warga di kawasan rumah susun atau Rusun Marunda, Jakarta Utara. Informasinya, pasir beracun itu awalnya datang tengah malam diangkut menggunakan truk.
Ketua RW 07 Marunda, Janadidi (43) mengaku pasir beracun itu masuk ke wilayahnya sekitar bulan Desember 2018 pada dini hari. Sehingga warga awalnya tidak ada yang tahu jika tumpukkan pasir itu mengandung limbah beracun yang berbahaya.
"Ada oknum yang ngirim, masuknya juga tengah malem, sekitar jam dua sampai jam tiga subuh, kami tidak tahu tiba-tiba pagi sudah ada, andaikata dia laporan dengan saya, pasti saya larang," kata Janadidi kepada Suara.com, Selasa (8/1/2019).
Bahkan, kata dia, pasir tersebut masuk ke wilayah Rusun Marunda diangkut menggunakan lima sampai enam truk.
"Kemarin ada lima atau enam truk, kurang tahu pastinya saya," kata dia.
Diketahui, tumpukan pasir beracun itu tersebar di tiga titik di Rusun Marunda. Di antaranya di cluster B, depan Sekolah Dasar Negeri 02 Pagi dan di tikungan dekat gapura Rumah Si Pitung.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menduga pasir beracun yang ditemukan di kawasan Marunda, Jakarta Utara berasal dari industri penghasil minyak. Indikasi awal pasir beracun itu merupakan limbah Spent Bleaching Earth (SBE).
Menurut Janadidi, pemesan pasir beracun ini adalah warga rusun Marunda untuk keperluan menguruk tanah dan membangun kios, tapi warga tersebut tidak tahu kalau pasir tersebut mengandung racun.
"Dia mau menguruk lahan dengan bugdet murah, tapi ternyata pasir ini berbahaya, dia mau buat kios, kan kalau uruk pakai puing mahal sekitar Rp 700 ribu, ini kan cuma Rp 200-250 ribu," terang Janadidi.
Baca Juga: Turap Jebol, Air Bercampur Lumpur Genangi Puskesmas Cihara
Sebelumnya, Pemprov DKI menindaklanjuti laporan dari warga mengenai keberadaan gundukan pasir limbah di kawasan Marunda. Gundukan pasir beracun itu sering digunakan oleh warga untuk dijadikan urukan guna membangun rumah atau bangunan toko.
Rencananya, Selasa (8/1/2019) hari ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta akan menghadiri rapat bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) guna membahas kelanjutan hasil temuan pasir beracun di kawasan Marunda, Jakarta Utara.
Berita Terkait
-
Ini Penampakan Pasir Beracun di Rusun Marunda
-
Kurang SDM, DKI Kewalahan Awasi Perusahaan Penghasil Limbah Beracun
-
Pasir Beracun Rusun Marunda, Pengusaha DKI Dipastikan Rutin Lapor Limbah
-
Pasir Beracun Rusun Marunda Diduga dari Sisa Industri Minyak
-
Geger Pasir Beracun di Rusun Marunda, Besok Pemprov DKI Bertemu KLHK
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Bukan Cuma Bupati, KPK Juga Tetapkan 3 Orang Tersangka Korupsi di Disdik Muara Enim
-
Kasus di BGN dan Ancaman Korupsi MBG: Di Mana Celahnya?
-
KPK Dalami Isi Komunikasi Antara Silmy Karim dan Bos Kampung Rusia
-
Pertemuan di DPR Ungkap Rahasia Performa Moncer Perbankan Pelat Merah
-
Koalisi Sipil Tolak RUU Polri, Nilai Penyusunannya Ugal-Ugalan dan Tak Transparan
-
Pemprov Jabar - PT PII Tandatangani Perjanjian Penjaminan TPPASR Legok Nangka: Tingkatkan Investor
-
Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Pengemudi Ojol yang Tewas Bersimbah Darah di Maros
-
Usia Pensiun Kapolri Dapat Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden
-
Tok! DPR Resmi Sahkan Revisi UU Polri Jadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna
-
OJK: Fundamental Kripto Tetap Kuat di Tengah Gejolak Pasar Global