Suara.com - Santriwati di pondok pesantren Kabupaten Lebak, Banten, berinisial SNH, mengakui dicabuli kiai AA yang merupakan pemimpin pondok tersebut.
Gadis berusia 18 tahun itu menuturkan, perbuatan cabul yang dilakukan AA itu dilakukan sejak tahun 2017 hingga tahun 2018. Dalam melakukan aksinya, AA memasuki kamar SNH hingga terjadi perbuatan tidak diinginkan yang disertai ancaman.
SNH mengakui, AA terbiasa meniduri dirinya setiap satu minggu hingga satu bulan sekali.
Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mendatangi Mapolres Lebak, Selasa (8/1) sore. Kedatangan pria yang akrab disapa Kak Seto ini untuk menindaklanjuti kasus dugaan pencabulan yang menimpa SNH.
“Terus terang kami sebelumnya sudah mendapatkan informasi (kasus dugaan pencabulan). Kami berikan apresiasi Polres Lebak bisa menangani secara profesional,” kata kak Seto seperti diberitakan BantenHits—jaringan Suara.com.
Menurutnya, kasus ini telah mendapatkan penangan profesional dan serius oleh Polres Lebak. Tentunya LPAI juga akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak.
“Kita percayakan pada aktivis perlindungan anak di Lebak, saya percaya polres menangani kasus ini dengan serius dan secara profesional,” katanya.
Kak Seto meminta untuk awak media tidak terlalu mengekspose mengenai kasus dugaan pencabulan yang terjadi di Kabupaten Lebak.
“Kasian ke korbannya, biarkan petugas bekerja dan serahkan semuanya kepada polres. Kalau sudah selesai semua pasti akan diungkap secara detail melalui mekanisme yang resmi.”
Baca Juga: Polisi Cium Keanehan soal Kronologi Bom Molotov Rumah Pimpinan KPK
Kasatreskrim Polres Lebak Ajun Komisaris Oka Nurmulia Hayatman menuturkan, penanganan kasus dugaan pencabulan sudah diterima dan ditindaklanjuti.
“Kami sikapi dengan hati-hati dan kami tindaklanjuti,” ucapnya singkat.
Kuasa Hukum korban dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Lebak Dimas Maulana menuturkan, perkembangan kasus dugaan pencabulan memasuki tahap meminta keterangan para saksi.
“Ada sembilan orang yang dijadikan saksi. Saat ini baru tiga orang sudah dimintai keterangan termasuk orang tua dan korban,” katanya.
Berita ini kali pertama diterbitkan Bantenhits.com dengan judul “Duh, Santri di Lebak Mengaku Seminggu Sekali Ditiduri Pimpinan Ponpes sejak 2017”
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya
-
Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional
-
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
-
Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun
-
Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM