Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana razia kucing dan anjing liar di Jakarta. Tapi rencana razia kucing dan anjing itu ditunda.
Razia kucing dan anjing itu bertujuan untuk mengurangi populasi anjing dan kucing. Razia itu dilakukan guna mencegah rabies yang ditularkan oleh Hewan Penular Rabies (HPR) yakni kucing dan anjing. Sebab, kedua hewan itu bila dibiarkan liar berpotensi besar terinfeksi rabies.
"Yang penting adalah tidak ada penyakit menular, tidak ada masalah kesehatan dan biarkan populasi itu tumbuh secara natural," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).
Sebagai ganti penundaan razia, Pemprov DKI melakukan sosialisasi HPR. Sosialisasi akan dilakukan di sekitar pasar yang ditemui banyak anjing dan kucing liar. Sebab, tak sedikit warga DKI yang mengeluhkan banyaknya hewan yang berkeliaran dan buang kotoran sembarangan, sehingga keberadaannya meresahkan warga.
"Dari warga juga ada keluhan itu, karena itu bukan hanya semata-mata pemerintah, tapi dari warga juga," ungkap Anies.
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta memastikan, razia kucing dan anjing ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Penundaan itu dilakukan lantaran aksi razia dikecam sejumlah pecinta hewan.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan KPKP DKI Jakarta Sri Hartati mengatakan, sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar razia hewan ditunda. Razia hewan akhirnya diganti dengan agenda sosialisasi bahaya Hewan Penyebar Rabies (HPR).
Meski demikian, Tati mengakui belum tahu sampai kapan penundaan pelaksanaan razia dilakukan. Sebab, hingga kini Dinas KPKP masih merumuskan solusi yang terbaik bagi seluruh warga.
Dinas KPKP juga menghadapi masalah yang cukup pelik. Satu sisi, sejumlah warga memprotes banyaknya hewan dilepas liar sehingga banyak kotoran hewan yang tersebar dan mengganggu warga. Namun, di lain sisi, para pecinta hewan mengecam aksi razia karena dianggap dapat melukai hewan.
Baca Juga: Anies Mau Razia Kucing dan Anjing, Bantah untuk Kurangi Populasi
"Kami carikan solusi dulu yang terbaik seperti apa. Kami rangkum maunya masyarakat seperti apa.”
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memerintahkan agar Dinas KPKP menunda razia kucing dan anjing di Ibu Kota. Hal itu lantaran razia yang dilakukan dikecam oleh para pecinta hewan.
Melalui akun Instagram, Anies mengatakan telah memberikan instruksi untuk menunda razia hewan liar dan melakukan pendekatan dengan organisasi atau komunitas pecinta hewan.
Dengan begitu, program razia yang rencananya akan digelar pada Selasa (8/1/2019) di sejumlah titik di Jakarta ini tidak meresahkan warga.
"Teman-teman, terkait polemik razia kucing, pagi ini saya instruksikan kepada Dinas terkait agar tunda kegiatan penangkapan, ajak bicara organisasi/komunitas pengelolaan binatang, dan lakukan kegiatan pengendalian bersama dgn komunitas," kata Anies melalui akun Instagram miliknya @aniesbaswedan.
Berita Terkait
-
Anies Mau Razia Kucing dan Anjing, Bantah untuk Kurangi Populasi
-
Dikecam Aktivis, Anies Baswedan Tunda Razia Kucing dan Anjing
-
Dikecam Pecinta Hewan, Anies Minta Razia Kucing dan Anjing Ditunda
-
Kucing Peliharaanya Nakal, Netizen Ini Beri Hukuman Unik
-
Haru Banget, Saat Sutopo BNPB Curhat Soal Kanker ke Kucing Peliharaan
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha