Suara.com - Aktivis HAM, Haris Azhar mempertanyakan pernyataan Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa yang mengatakan Calon Presiden Prabowo Subianto siap membongkar kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu jika menang di Pilpres 2019.
Direktur LSM Lokataru Indonesia itu meragukan kemampuan Prabowo yang ingin mengungkap kasus penculikan aktivis 1998. Sementara nama Prabowo sendiri tercatat sebagai terduga pelanggaran HAM berat terkait kasus penculikan aktivis 1998.
"Caranya bagaimana? kalau bilang mau buktiin, bagaimana caranya, kapan bisa buktiin, berapa lama waktunya?," kata Haris Azhar di Gedung Joeang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (13/1/2019).
Haris juga meragukan kapasitas kedua calon presiden baik Joko Widodo (Jokowi) ataupun Prabowo Subianto untuk bisa mengungkap kasus berbagai pelanggaran HAM berat di masa lalu.
"Jokowi lima tahun juga tidak bisa menyelesaikan, makanya saya bilang tidak ada yang pantas (jadi presiden)," tegas Haris.
Oleh karena itu, Haris menyatakan sikap untuk tidak memilih dalam Pilpres 2019 nanti. Ia menganggap golongan putih atau golput yang ia lakukan sebagai bentuk kritik keras terhadap penyelenggaraan pemilu di Indonesia.
"Saya sih bakal golput, tidak memilih dua-duanya, nanti jika tetap ada presiden ya iya, tapi kalau makin signifikan jumlah golput, artinya itu penanda bagi penguasa, bahwa mereka jangan jemawa jadi penguasa, artinya mereka gagal menarik orang untuk memilih mereka," imbuh Haris.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa mengatakan, Prabowo Subianto akan membongkar kasus penculikan aktivis 1998 untuk meluruskan namanya yang selama ini disebut sebagai terduga pelanggar HAM.
Baca Juga: Modal Pecahan Botol Saat Mabuk, Anggota Polisi Nekat Nyolong di Minimarket
Berita Terkait
-
Inisiator Kamisan: Jokowi-Prabowo Adalah Pelindung dan Pelanggar Kasus HAM
-
Partai Pendukung Jokowi Tak Percaya Prabowo Akan Mundur Jadi Capres
-
Jokowi Tolak Komentar Pernyataan Prabowo Indonesia Cuma Bisa Perang 3 Hari
-
Pesan Jokowi ke Prabowo: Jangan Pesimis Lah, Kita Harus Optimis
-
Pidato Kebangsaan Prabowo Dilaporkan ke Bawaslu
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Anggota DPR Desak Transparansi Penuh Kasus ABK Terancam Hukuman Mati: Jangan Ada Permainan Aparat!
-
Vonis 15 Tahun Anak Riza Chalid, Hakim Juga Bebankan Uang Pengganti Rp 2,9 Triliun
-
Ada Demo Mahasiswa di Mabes Polri Siang Ini, 3.093 Personel Kepolisian Disiagakan
-
NasDem Usul PT 7 Persen, Demokrat: 4 Persen Saja Sudah Terlalu Tinggi!
-
ShopeeFood Temani Momen Ramadan dengan Diskon Kuliner dan Promo Seru Setiap Hari
-
Dua Wajah THR: Berkah Bagi ASN, 'Penyakit Tahunan' Bagi Buruh Swasta?
-
Anggaran Kaltim Disunat 75 Persen, Gubernur Malah Beli Mobil Dinas Rp 8,5 Miliar, DPR: Tidak Peka!
-
Kembali ke Tanah Air Usai Lawatan, Ini Oleh-oleh yang Dibawa Prabowo
-
Buruh Kompak Desak Reformasi SJSN, Minta Revisi UU Libatkan 10 Konfederasi
-
Bukan Lagi Teka-teki, KPK Akhirnya Tahu Total Kerugian Negara Kasus Kuota Haji, Siap Umumkan?