Suara.com - Calon Presiden petahana Joko Widodo atau Jokowi meminta lawan politiknya di Pilpres 2019 tidak pesimis. Sebab Prabowo menyatakan sejumlah perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) yang mengalami kerugian bahkan berpotensi bangkrut. BUMN itu termasuk Garuda Indonesia di era kepemimpinan Presiden Jokowi.
Jokowi meminta semua pihak termasuk Prabowo untuk tidak membangun pesimis. Menurutnya jika masih ada BUMN yang belum baik, perlunya membangun optimis untuk memperbaiki bukanlah membangun pesimis.
"Jangan pesimis lah. Kalau ada yang belum baik ya banyak yang belum baik tapi kita harus optimis kita perbaiki kita perbaiki kita perbaiki. Itu tugas kita (pemerintah)," ujar Jokowi di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Bogor, Rabu (16/1/2018).
Jokowi meminta Prabowo bicara menggunakan data. Jokowi mengatakan apapun pernyataan atau tudingan tersebut harus disertai dengan data.
"Ya kalau kita bicara yang penting satu pakai data bicara pakai data," ujar Jokowi.
Ketika ditanya apakah data yang disampaikan Prabowo perihal BUMN yang tidak menguntungkan tidak akurat, Jokowi meminta terkait hal tersebut merupakan urusan Menteri BUMN Rini Soemarno.
"Urusan data urusan bumn ke bu menteri (BUMN)," kata Jokowi.
Sebelumnya, dalam pidato kebangsaan Calon Presiden Prabowo Subianto menyebut banyak Badan Usaha Milik Negara atau BUMN tidak menguntungkan. Fenomena itu terjadi pada masa pemerintahan Joko Widodo atauJokowi .
Baca Juga: Jokowi Ungkap Kebiasaan Maruf Amin Jelang Debat Pilpres 2019
Prabowo pun sempat menyebutkan beberapa nama BUMN yang dinilai tidak meraup keuntugan banyak. Hal itu dikatakan Prabowo saat berpidato di Hall JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (14/1/2019) malam.
"Negara yang membiarkan kondisi keuangan BUMN - BUMN utama kita dalam kondisi sulit. Garuda , pembawa bendera Indonesia, perusahaan yang lahir dalam perang kemerdekaan, rugi besar," ujarnya, Senin (14/1/2019).
Selain Garuda, Prabowo juga mencatut beberapa nama yang BUMN lain yang dianggap bermasalah. Salah satunya,Pertamina .
"Pertamina, perusahaan penopang pembangunan Republik Indonesia, sekarang dalam kesulitan. Demikian juga PLN, demikian Krakatau Steel. Jika pun ada BUMN yang untung, untungnya tidak seberapa," jelasnya.
Berita Terkait
-
Masalah Jiwasraya Adalah Akumulasi Masalah Lama yang Belum Tuntas
-
Jokowi Ungkap Kebiasaan Maruf Amin Jelang Debat Pilpres 2019
-
Prabowo Bilang Perusahaan BUMN Bangkrut, Jokowi: Kalau Bicara Pakai Data
-
Persiapan Jokowi Hadapi Debat Capres - Cawapres Besok
-
Ancaman Mundur Prabowo dari Pilpres 2019 Cuma Gertak Sambel
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?