Suara.com - Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto memastikan jaminan bagi pekerja yang kena PHK hingga kini baru berlaku untuk pekerja migran Indonesia atau juga Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Sementara, bagi pekerja dalam negeri yang kena PHK tidak akan mendapatkan jaminan.
Agus mengatakan, saat ini pihaknya masih menggodok wacana untuk memberikan jaminan bagi para pekerja dalam negeri yang kena PHK. Namun, Agus belum bisa memastikan kapan wacana itu akan terealisasi.
"Ini masih dalam wacana dan sedang dibicarakan. Kita baru ada pembaruan regulasi terkait Pekerja Migran Indonesia," kata Agus saat ditemui di Nusa Dua, Bali, Selasa (22/1/2019).
Agus pun mengakui angkat tangan perihal nasib para pekerja dalam negeri yang terkena PHK. Sebab, dalam Peraturan Kementerian Ketenagakerjaan pun, hanya jaminan untuk TKI yang diatur di dalamnya.
"Kita hanya memberikan jaminan atas phk itu terhadap Pekerja Migran Indonesia. Belum berlaku untuk seluruh pekerja Indonesia," tutur Agys.
Pemerintah pun lebih fokus dalam memperbaiki aturan yang memayungi para pekerja TKI. Hal ini terbukti adanya pembaharuan peraturan mengenai jaminan bagi TKI kena PHK, yakni mereka mendapatkan kompensasi.
"Ada Permenaker yang baru diantaranya adalah meng-cover kalau pekerja migran ind itu kena PHK. Ini akan diberian satu kompensasi tersendiri," tandas Agus.
Berita Terkait
-
Luncurkan Roket Pertama, SpaceX Malah PHK Karyawan
-
Kinerja Turun, Hero Tutup Toko dan PHK Ratusan Karyawan
-
Setengah Bugil, Tewasnya TKW di Malaysia karena Mulut Disumbat Kain
-
Polisi Bongkar Makam Korban Kapal Tenggelam di Selat Malaka, Ada Apa?
-
Terlilit Utang, Operator Kereta Api Perancis PHK Ribuan Karyawan
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Mamah Dedeh Bocorkan Isi Pertemuan Prabowo dan Ulama: Bahas Perang Dunia hingga Krisis Bangsa
-
JK Ungkap Isi Pertemuan dengan Prabowo: Bahas Kondisi Negara hingga Ketegangan Global
-
Jusuf Kalla Ajak Seluruh Masjid Indonesia Baca Qunut Nazilah untuk Perdamaian Dunia
-
Suasana Hangat Bukber Istana: Prabowo Salami Ulama dan Cium Tangan Kiai Nurul Huda Djazuli
-
Pemprov DKI 'Guyur' Warga Ciganjur dengan Sembako Murah dan Kacamata Gratis
-
Prabowo Buka Bersama Ulama di Istana, Dapat Saran Keluar dari BoP
-
Resmi! Biaya Pemakaman di Jakarta Kini Nol Rupiah
-
Jimly Mau Bisik-bisik ke Prabowo, Minta Waktu Lapor Hasil Komisi Percepatan Reformasi Polri
-
Cegah Korban Jiwa Terulang, Pramono Anung Percepat Penertiban Kabel Semrawut di Jakarta
-
Dubes Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka, Terapkan Protokol Khusus Selama Situasi Perang