Suara.com - Lelaki berinisial PI (28), tega membacok ayah kandungnya sendiri bernama Abdurachman bin H Sadin (60) hanya karena sakit hati. Korban dihabisi PI dirumahnya yang beralamat di Jalan Kapuk Sawah, RT 10/12, Kapuk Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu (30/1/2019) pukul 15.30 WIB.
Neti (50), istri dari ketua RT 10/12 menerangkan, PI mengaku langsung menyesali perbuatan setelah membacok ayahnya sendiri. Pelaku langsung teriak dan berkata "Gua khilaf gua khilaf" sambil melangkahkan kakinya ke luar rumah.
"Dari laporan warga, dia sempat teriak teriak (bilang) 'gua khilaf gua khilaf' sambil keluar rumah," ujar Neti kepada Suara.com, Kamis (31/1/2019).
Setelah melihat ayahnya bersimbah darah, PI kata Neti, langsung bergegas membawa sang ayah ke rumah sakit untuk mendapat penanganan dokter. PI dengan sepeda motonya dan satu orang kerabatnya membawa sang ayah yang sudah bersimbah darah ke rumah sakit.
"Dia sama orang lain bawa bapaknya pakai motor ke rumah sakit. Fotonya ada cuman saya sudah hapus. Ngeri liat fotonya, banyak darah," terangnya.
Namun naas, nyawa Abdurachman tidak dapat diselamatkan. Selanjutnya pihak polisi membawa jenazah ke RS Polri Kramat Jati untuk keperluan autopsi.
Kejadian pembacokan itu berawal ketika PI terlibat cekcok dengan temanya saat sedang nongkrong tidak jauh dari kediamannya. Saat itu mereka terlibat cekcok, korban datang dan langsung melerai PI dan temanya yang belum diketaui namanya.
"Magrib itu dia beranten sama temenya. Nah terus bapaknya lewat mau misahin PI. Nah anaknya ini nggak terima pas dipisahin bapaknya," jelasnya.
Saat itu PI menganggap ayahnya tidak membelanya dan justru membela rekannya itu. Kemudian PI memarai ayahnya setelah sampai di rumah.
Baca Juga: Atiqah Hasiholan Temani Ratna Sarumpaet saat Diserahkan ke Kejari
"Abis itu bapaknya pulang ke rumah. Katanya dia nggak terima dikira bapaknya belain temenya padahal bapaknya kan cuma misahin," jelas Neti.
Emosi PI yang sudah memuncakpun memancing dirinya mengambil sebilah celurit. Alhasil sang Ayah langsung ditebas dibagian leher hingga tewas.
"Pas bapak sama anaknya (pelaku) pulang, istri dia (pelaku) lagi mandi. Nah istrinya dengar teriakan bapaknya karena dibacok itu," terangya.
Dari hasil penyidikan sementara, polisi tak menemukan indikasi pengaruh miras saat pelaku membunuh lelaki paruh baya dengan menggunakan sebilah celurit.
"Kita cek hasilnya nihil. Pelaku tak terpengaruh miras," kata Kapolsek Cengkareng, Kompol H Khoiri saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (30/1/2019).
Terkait kasus tersebut, PI kini harus meringkuk di sel tahanan Polsek Cengkareng. Dia dijera Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis