"Kenapa kok tiba-tiba Jan Ethes ini dikomersilkan atau dikapitalisasi untuk kepentingan Pilpres, sesuai dengan pernyataan Andi Widjajanto.”
Sementara petinggi Partai Gerindra, Fadli Zon, mengatakan Jokowi telah mengekspolitasi anak dengan sering membawa Jan Ethes dalam kegiatan kerja kepresidenan.
"Kalau dalam tugas ada protokoler sendiri sebagai presiden, dan jangan bawa anak-anak, dieksploitasi untuk kepentingan politik," kata Fadli Zon di Kantor DPP Gerindra, Rabu (30/1) pekan lalu.
Fadli juga menyarankan Jokowi untuk bisa memisahkan kegiatan pribadi, calon presiden, atau presiden.
"Pak Jokowi kan kadang-kadang tidak bisa memisahkan mana sebagai presiden, capres, dan pribadi. Harusnya dipisahkan karena itu menyangkut berbagai protokol dan sebagainya," jelasnya.
Setelah mendapat banyak serangan, Presiden Jokowi angkat bicara mengenai Jan Ethes. Ia menegaskan, tidak pernah melibatkan cucunya untuk kepentingan Pilpres 2019.
"Bagaimana, itu cucu saya. Jan Ethes itu cucu saya. Ya kan? Enggak boleh saya ajak main boom-boom car? Nggak boleh saya ajak ke toko? Enggak boleh saya ajak jalan-jalan ke Kebun Raya? Enggak boleh kita sekeluarga bareng diminta media televisi untuk diwawancara?" cecar Jokowi seusai meninjau panen raya udang jenis Vaname di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu pekan lalu.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, kedekatan dirinya dengan sang cucu merupakan hal yang wajar dilakukan oleh keluarga-keluarga pada umumnya. Jokowi menyebut tak hanya dengan Jan Ethes, Jokowi juga memiliki kedekatan dengan anak-anaknya.
"Saya kira normal-normal saja seperti keluarga-keluarga yang lain. Masak enggak boleh. Masak kayak begitu dibilang kampanye. Kampanye yang mana? Kan enggak pernah saya ajak teriak-teriak di forum kampanye.”
Baca Juga: Merasa Difitnah, Farhat Abbas Lapor Balik Elza Syarief ke Polisi
Sementara tatkala berpidato di hadapan ribuan pendukungnya di Tugu Pahlawan Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/2), Jokowi kembali menegaskan Jan Ethes bukan alat politik.
Jokowi mengakui heran kebersamaan dirinya saat bermain maupun jalan-jalan dengan sang cucu dianggap kampanye.
Jokowi bahkan sudah mendengar kebersamaannya dengan cucu akan dilaporkan Badan Pengawas Pemilu.
Karenanya, kata Jokowi, dirinya tak segan-segan mengajak Jan Ethes jika dibutuhkan untuk memberikan keterangan ke Bawaslu.
"Katanya cucu saya mau dilaporkan ke Bawaslu. Ya misalkan dilaporkan ke Bawaslu, nanti saya suruh datang cucu saya. ‘Sudahlah Tes (Jan Ethes), ke Bawaslu sana'. Paling nanti kalau ditanya, cucu saya ngomongnya juga masih grutal gratul. Ini ada-ada saja," kata Jokowi tertawa.
Berita Terkait
-
Bukan Pendukung Jokowi Dilarang Pakai Tol Trans Jawa, Ini Penjelasan Hendi
-
Kisruh Propaganda Rusia, Kubu Prabowo: Jokowi Bisa Rusak Diplomasi
-
Salah Sebut Nama Prabowo, Fadli Zon: Doa Mbah Moen Sudah Didengar Allah
-
Kisruh Propaganda Rusia, Kubu Jokowi Minta Pemerintah Rusia Tak Salah Paham
-
Ace: Tudingan Jokowi Antek Asing By Design untuk Membangun Framing
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Gelombang Panas Ekstrem Serang New York, Samai Rekor Suhu Terpanas 60 Tahun Silam
-
Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!
-
Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC
-
Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut
-
Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi
-
Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan
-
Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi
-
KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok
-
Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng
-
Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen