Suara.com - Dua buah video yang diunggah salah satu akun Facebook bernama Syahroni Karya Sentosa viral. Hingga Senin (11/2/2019) pukul 11.27 WIB, video viral yang diunggah pada 21 Desember 2018 lalu itu menuai 1.500 komentar dan 63.000 kali dibagikan.
Dalam video tersebut terlihat iring-iringan ribuan orang seperti yang disebut-sebut acara penyambutan Prabowo. Dalam unggahannya itu, akun Syahroni Karya Sentosa menulis narasi: "Pawai penyambutan Pak Prabowo di Bandung, tdk ada satu media pun yg menyiarkan".
Dari ribuan status di kolom komentar, banyak warganet yang percaya, tapi tak sedikit juga yang menyebut bahwa video tersebut adalah hoaks. Artinya, tak seperti yang disebut dalam narasi oleh pengunggah.
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id, ternyata iring-ringan dalam video itu lokasinya bukan di Bandung. Pada video pertama lokasinya adalah di Jakarta yang merupakan acara Jalan Sehat Bersama Prabowo pada tanggal 9 April 2017. Sumber videonya bisa dicek di sini.
Sementara lokasi video kedua ada di Sentul, Bogor, yang merupakan bagian dari acara Konferensi Nasional Partai Gerindra pada 17 Desember 2018. Sumber video bisa dicek di sini.
Kesimpulan
Informasi yang disampaikan akun Facebook Syahroni Karya Sentosa tidak sesuai fakta yang sebenarnya. Di mana konten yang asli konten yang asli dipadankan dengan konteks yang salah. Untuk membangun premis, akun Facebook tersebut menambahkan narasi yang sebenarnya tidak ada hubungan sama sekali dengan konteks video yang sebenarnya.
Baca Juga: Insiden Mencekam Festival Es China, Panda Raksasa Nyaris Terkam Pengunjung
Berita Terkait
-
Ditantang Murid Berkelahi, Guru Nur Khalim Cuma Digaji Rp 450 Ribu
-
Pengakuan Mengejutkan Murid yang Tantang Guru Berkelahi
-
Perihal Penggunaan Data Pribadi, Kini Facebook Lebih Transparan ?
-
Fahri Hamzah Samakan Prabowo Subianto dengan BJ Habibie
-
Sambil Cium Kaki, Murid yang Tantang Guru Berkelahi Bersimpuh Minta Maaf
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
Terkini
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Klaim Sukses di Banyuwangi, Luhut Umumkan Digitalisasi Bansos Diperluas ke 40 Daerah
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Polisi Sebut Habib Bahar Ikut Lakukan Pemukulan di Kasus Penganiayaan Banser
-
Riza Chalid Diburu Interpol, Kerry Andrianto: Ayah Tak Tahu Apa-apa
-
Uji Coba Digitalisasi Bansos di Banyuwangi Diklaim Sukses, Angka Salah Sasaran Turun Drastis
-
Tak Sendiri, Habib Bahar Ternyata Tersangka Keempat Kasus Penganiayaan Banser!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Waspada Tren 'Whip Pink, Kepala BNN Singgung Risiko Kematian: Secara Regulasi Belum Masuk Narkotika
-
Anggaran Mitigasi Terbatas, BNPB Blak-blakan di DPR Andalkan Pinjaman Luar Negeri Rp949 Miliar