Suara.com - Vokalis Slank, Akhadi Wira Satriaji alias Kaka Slank memberikan surat laut ke Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dan Jokowi - Maruf Amin. Kaka Slank merupakan aktivis Pandu Laut Nusantara.
Surat laut itu berisi tentang masukan kepada kedua capres - cawapres terkait isu laut dan lingkungan. Kaka Slank menuturkan salah satu hal yang disoroti yakni terkait isu sampah plastik. Pasalnya, Indonesia kekinian dinyatakan sebagai negara nomor dua di dunia penyumbang sampah plastik.
"Dari awal, Pandu Laut Nusantara sudah ada sejak tahun lalu, tapi karena ini isunya dekat Pilpres, jadi Pandu Laut Nusantara itu mikirnya 'what can we do'. Akhirnya, kita buat acara diskusi ini, kita panggil dua tim pemenangan ini kita ajak diskusi dan kita kasih masukan. Salah satunya tentang sampah plastik," tutur Kaka di D Lab, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, (12/2/2019).
Terkait hal itu, vokalis grup band Slank tersebut berharap surat laut itu nantinya bisa menjadi masukan bagi capres dan cawapres terpilih dalam menyusun suatu kebijakan yang berkaitan dengan laut dan lingkungan. Kaka Slank mengatakan, sebagai negara maritim penting bagi pemimpin mendatang untuk menjadikan laut sebagai perhatian utama.
"Mudah-mudahan isu laut ini bisa diangkat atau dikemukakan dan bisa terbuka. Karena, suara laut ini menurut saya cukup vital dan cukup menjadi hal yang bisa memotivasi capres mendatang," ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Maruf Amin, Roosdinal Salim mengaku akan menyerahkan 'surat laut' tersebut kepada Ketua TKN Erick Thohir. Roosdinal mengatakan masukan tersebut juga akan disampaikan untuk menjadi bahan pertimbangan saat debat nantinya.
"Saya pastikan ini akan saya sampaikan ke Ketua TKN Jokowi - Maruf Amin, Pak Erick Thohir untuk nanti disampaikan langsung ke pak presiden. Insyaallah tanggal 14 akan rapat untuk debat nanti akan saya sampaikan, karena masukan ini sangat penting," tutur Roosdinal.
Berikut isi 'surat laut' untuk calon presiden;
1. Memastikan pengelolaan laut yang berkelanjutan dengan memperhatikan daya dukung dan daya tampung dukungan, termasuk penggunaan-penggunanan plastik dan pelarangan plastik sekali pakai;
2. Menjamin hak nelayan kecil untuk mencari ikan dan secara berkelanjutan;
3. Menghentikan segala bentuk kegiatan illegal di laut termasuk penangkapan ikan illegal dan prilaku merusak ekosistem laut Indonesia;
4. Memperhatikan kerentanan pulau-pulau kecil Indonesia dari dampak perubahan iklim;
5. Memastikan kementerian dan lembaganya yang mengurus laut di Indonesia dipimpin individu yang profesional tidak memiliki kepentigan politik;
6. Memprioritaskan pemberdayaan sumber daya manusia di bidang kemaritiman;
7. Memperhatikan kesetaraan hak-hak perempuan nelayan dalam memperoleh fasilitas perlindungan nelayan;
8. Membangun konektivitas yang dapat mendukung ekonomi kelautan;
9. Membuat peogram-program kelautan yang lebih terukur untuk memudahkan pengawasan masyarakat;
10. Perampingan birokrasi;
11. Penguatan pemahaman kemaritiman di masyarakat agar masyarakat dapat menjadi penyangga laut.
Baca Juga: Presiden Jokowi Klaim Tak Pernah Telat Suntik Dana untuk BPJS Kesehatan
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi
-
Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum
-
Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri
-
Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus
-
Ke Mana Febrie Adriansyah Setelah Penggeledahan Besar-besaran? Kejagung: Jangan Tanya Saya!
-
Prabowo Akan Anugerahkan Bintang Jasa kepada Pejabat yang Berjasa Kembangkan B50
-
Mengenal Istilah 'Bangsa Kepiting', Analogi yang Dipakai Prabowo untuk Sifat Saling Menjatuhkan
-
Bukan Teror Tembakan! BGN Pastikan Kaca Kantor Pecah Akibat Cuaca Panas Ekstrem
-
KPK Ungkap Modus Eks Bupati Kuansing Sunat SHU Petani KUD untuk Suap Menteri Kehutanan