Suara.com - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengungkap asal muasal penerbitan surat bernomor 7522/13/MEM/2015 yang merupakan surat perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia hingga 2021. Saat surat itu keluar pada 7 Oktober 2015, Sudirman merasa menjadi pihak yang disalahkan lantaran dinilai memihak kepada pihak asing. Padahal, kata dia surat itu dibuat atas perintah Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
"Jadi kalau ada yang menyalahkan saya akibat surat itu, maka salahkan yang meringankan saya membuat surat itu,” kata Sudirman dalam diskusi bertajuk 'Satu Dekade Nasionalisme Pertambangan' di kawasan Jalan Adityawarman, Jakarta Selatan, Rabu (20/2/2019).
Lantaran merasa dituduh menjadi pihak asing, Sudirman akhirnya membongkar soal adanya pertemuan Presiden Joko Widodo dengan bos Freeport McMoran Inc, James R. Moffet. Agenda pertemuan itu, kata dia berawal saat dirinya diminta datang ke Istana Negara untuk menghadap Jokowi pada 6 Oktober 2015 silam. Saat itu pihak Istana enggan memberi tahu Sudirman soal agenda tersebut.
Sudirman tiba di Istana sekitar pukul 08.30 pagi. Hanya beberapa menit menunggu, dirinya langsung dipersilahkan untuk masuk ke ruangan kerja Jokowi.
Namun, sebelum Sudirman masuk, dirinya sempat diberhentikan oleh asisten pribadi Presiden Jokowi. Asisten pribadi itu membisikkan kepada Sudirman untuk tidak memberitahu kepada siapapun terkait agenda itu.
"Saya lakukan ini semata-mata agar publik tahu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sudirman mengungkapkan setingkat sekretaris kabinet dan sekretaris negara yang biasanya mencatat segala agenda kegiatan presiden pun tidak diberi tahu soal agenda tersebut. "Kan ada Setneg, Sekab tapi dibilang pertemuan ini tidak ada,” kata Sudirman meniru ucapan asisten pribadi presiden.
Setelah diberitahu, Sudirman lantas masuk ke ruangan kerja presiden Jokowi. Namun, Sudirman mengaku kaget karena di ruangan itu sudah ada Jokowi dan James R. Moffet. Tak lama, Jokowi langsung memerintahkan Sudirman untuk mempersiapkan surat yang berisikan soal kelangsungan investasi.
"Kira-kira kita ini menjaga kelangsungan investasi nanti dibicarakan setelah pertemuan ini," ucap Sudirman meniru perkataan Jokowi.
Baca Juga: Pose Konyol, 5 Potret Nagita Slavina Ini Tetep Cantik
Saat itu, James menyerahkan sejumlah draft yang berisikan tentang kelangsungan investasi PT Freeport Indonesia. Namun Sudirman menolak karena menilai draft yang ditawarkan tidak memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat Indonesia.
Akhirnya, Sudirman pun menawarkan untuk membuat draft versinya. Draft itu sebelumnya diperlihatkan dahulu kepada Presiden Jokowi.
"Saya katakan (ke Presiden) drafnya seperti ini dan saya belum tanda tangan. Bapak dan ibu tahu komentar presiden apa? Presiden mengatakan, 'Loh begini saja sudah mau. Kalau mau lebih kuat yang diberi saja,” ujarnya.
Surat itu pun kemudian disetujui oleh Presiden Jokowi dan ditandatangi serta dikeluarkan pada 7 Oktober 2015. Surat itu sempat memojokkan Sudirman pasca beredar pada saat itu. Banyak yang menuduh Sudirman lebih mementingkan keperluan pihak asing dan meminggirkan nasib masyarakat banyak.
Selain itu, surat tersebut juga menjadi pemantik konflik antara PT. Freeport Indonesia (PTFI) dengan pemerintah Indonesia. Pasalnya, janji pemerintah Indonesia yang akan memperpanjang kerjasama itu belum juga dilakukan pemerintah hingga dua tahun sejak janji itu tertuang dalam surat.
Bahkan Freeport sempat memberi tenggat waktu 120 hari kepada pemerintah untuk mengurus negosiasi masalah status kontrak sebelum dibawa ke pengadilan internasional atau arbitrase.
Berita Terkait
-
Guru Besar IPB: Karhutla di Era Jokowi Ditangani Lebih Baik
-
Jokowi Sebut Impor Jagung Turun, Mendag : Betul Itu
-
Sebut Jokowi Pakai Ilmu Simsalabim, Dahnil Anzar Dirisak Warganet
-
Indonesia Resmi Calonkan Diri Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032
-
Penataan Kampung Nelayan Dilakukan di Pontianak Hingga Jayapura
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
Terkini
-
Kisah Pak Minta: Curi Labu Siam Demi Menu Buka Puasa Ibu yang Renta hingga Tewas Dipukuli Tetangga
-
Pezeshkian Telepon Putin, Minta Rusia Mendukung Hak-hak Sah Rakyat Iran
-
Vidi Aldiano Berpulang, Wapres Gibran: Indonesia Kehilangan Talenta Muda Berbakat
-
Ingatkan Pemerintah, JK Minta Indonesia Jangan Hanya Menjadi Pengikut Donald Trump
-
Kini Minta Maaf, Terungkap Pekerjaan Pengemudi Konvoi Zig-zag yang Viral di Tol Becakayu
-
Presiden Iran: Negara-negara Arab Tak Akan Lagi Diserang, Asal Tak jadi Alat Imperialis AS
-
Golkar 'Sentil' Bupati Fadia: Fokus Proses Hukum di KPK, Tak Perlu Alasan Tak Paham Birokrasi
-
Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Balasan Presiden Pezeshkian: Tak Akan Pernah
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Kecam Dugaan Pelecehan di Panjat Tebing, DPR Bakal Segera Panggil Menpora