Suara.com - Badan Pengawas Pemilu RI akan merekomendasikan pengurangan jumlah peserta pendukung dari masing-masing kubu pada acara Debat Cawapres yang akan digelar 17 Maret mendatang.
Debat yang akan mempertemukan Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno itu merupakan debat ketiga dalam rangkaian program debat antara pasangan capres dan cawapres jelang pemilihan umum pada April mendatang.
"Kami merasa salah satu pemicu keriuhan dalam Debat Capres karena terlalu banyak pendukung," kata Anggota Bawaslu RI Afifuddin di sela acara Workshop Pemilu 2019 di Sleman, Yogykarta, Kamis (21/2/2019).
Menurut Afifuddin, pada debat pertama tercatat sebanyak 100 peserta pendukung dari masing-masing kubu pasangan capres-cawapres. Selanjutnya pada acara debat kedua masing-masing bertambah menjadi 150 peserta pendukung.
"Sehingga untuk besok kami merekomendasikan untuk pendukung cukup 50 orang baik dari pasangan nomor satu maupun dua," kata dia.
Menurut dia, terlalu banyaknya jumlah pendukung yang hadir memicu keriuhan yang berlebihan yang akhirnya keluar dari etika debat yang disepakati seperti munculnya lontaran teriakan yang bernada ejekan, serta ujaran yang provokatif.
Menurut dia, seandainya jumlah peserta akan diperbanyak, peserta itu sebaiknya berasal dari perwakilan tokoh agama serta akademisi yang diundang KPU yang biasanya memiliki tempat duduk di tengah yang memisahkan pendukung kedua kubu.
"Seperti debat capres kemarin. Begitu salah satu calon menyampaikan visi dan misinya atau menjawab lalu saling ditepuki bahkan diteriaki dengan teriakan provokatif atau ejekan. Ini kan termasuk etika debat yang dilarang," kata dia. [Antara]
Berita Terkait
-
RICMA Camp 2026 Hadirkan Inspiring Talk untuk Membentuk Pemimpin Amanah
-
Momen Tiga Presiden Bersatu di Istana, Bahas Stabilitas dan Isu Global
-
Ma'ruf Amin: Jujur, Ekonomi Syariah Belum Jadi Budaya
-
Ma'ruf Amin Respons Menkeu Purbaya soal Mahalnya Bank Syariah
-
Sandiaga Uno Mau Startup Muda RI Tembus Pasar Internasional
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Rudal Iran Tembus Kota Nuklir Dimona, Pertahanan Udara Israel Makin Dipertanyakan
-
Hanya Berlaku Hari Ini, Tarif MRT Jakarta Dibanderol Rp243
-
Kiamat Sudah Dekat Kalau Amerika Nekat Buka Paksa Selat Hormuz Iran
-
MRT Berlakukan Tarif Rp243 Bagi Pelanggan Khusus Hari Ini, Berikut Persyaratannya
-
Siasat Licin Iran Perpanjang Napas Perang Usai Mojtaba Khamenei Menghilang
-
Baru Ancam Lebanon, Presiden Israel Kocar-kacir Dihantam Rudal
-
BPH Migas Pastikan BBM Aman di Tol Padaleunyi Jelang Puncak Arus Balik 2026
-
Studi: Industri Migas Tinggalkan Citra Energi Bersih, Kini Tekankan Ketergantungan Energi Fosil
-
Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK Usai Tahanan Rumah: Alhamdulillah, Sempat Sungkem ke Ibu Saya
-
Waduh! Siap-siap Ledakan Besar Pusat Tenaga Nuklir Jika AS Serang PLTN Bushehr Iran