Suara.com - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan, Calon Presiden Prabowo Subianto siap dan ikhlas jika lahan hak guna usaha (HGU) yang dikuasinya dikembalikan kepada negara.
Pernyataan tersebut menanggapi pidato kebanggsaan Calon Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang meminta pihak-pihak yang menguasai lahan-lahan HGU lainnya agar segera mengembalikannya ke negara.
Dahnil berujar, Jokowi yang notabennya menjabat sebagai Presiden RI hanya tinggal menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk pengambilalihan kembali lahan HGU. Dengan begitu, kata dia, para para penguasa lahan HGU lainnya yang beberapa ada di kubu Jokowi-Maruf Amin bisa dengan segera ikut mengembalikan lahan yang dimaksud Jokowi.
"Pak Jokowi tinggal datang dan sampaikan kpd Pak @prabowo negara sangat membutuhkan, dan siapkan perangkat hukumnya, Perpu atau apa saja, sy yakin orang2 sprt mas @erickthohir , Luhut, Hari Tanoe, Sinar Mas dll juga Pak @jokowi datangi dan minta mrk serahkan kpd negara," tulis Dahnil dalam akun Twitternya @Dahnilanzar seperti yang dikutip Suara.com, Selasa (26/2/2019).
Jika peraturannya sudah dibuatkan dengan jelas, nantinya Prabowo akan dengan senang hati dan ikhlas mengembalikan lahan HGU kepada negara. Keikhlasan Prabowo itu dicontohkan Dahnil seperti saat Prabowo membantu membiayai Jokowi saat maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.
"Pak @prabowo pasti dg senang hati memenuhi permintaan tsb, apalagi demi rakyat dan negara, sama halnya ktk Pak Jokowi mau maju di Pilkada DKI beliau dg ikhlas membantu bkn hny dukungan partai tapi juga uang Beliau dan adik beliau, diberikan kpd Pak Jokowi," ujar Dahnil.
"Pak @prabowo sepakat dan ikhlas sprt beliau sampaikan di debat bila demi negara dan rakyat, ayo Pak @jokowi dibuat perangkat hukumnya, semua tanah2 konsesi yg dikuasai Sinar Mas, Wilmar, @erickthohir Luhut dll bisa dikembalikan kpd negara segera dan bisa dibagikan kpd rakyat," tulisnya.
Sebelumnya, Jokowi menyinggung pihak-pihak yang menguasai tanah luas di Indonesia untuk mengembalikan kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat menyampaikan pidato kebangsaan di depan pendukungnya dalam acara Konvensi Rakyat Optimis Indonesia Maju.
Di tengah pidatonya, Jokowi menyampaikan capaian dalam masa pemerintahannya selama kurang lebih empat tahun. Salah satunya pembagian sertifikat tanah kepada rakyat Indonesia. Kemudian Jokowi mengatakan jika ada orang yang mau mengembalikan tanah milik negara yang dikuasainya untuk segera dikembalikan. Jokowi bahkan mengulangi perkataannya sampai 3 kali.
Baca Juga: Unggah Foto di Pesawat, Maia Estianty Diduga ke Pernikahan Syahrini
"Nah jika ada konsesi besar yang mau mengembalikan tanah ke negara, saya ulang, jadi kalau ada yang ingin mengembalikan konsesinya kepada negara, saya ulang, jadi kalau ada konsesi besar yang ingin dikembalikan ke negara," kata Jokowi di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/2/2019) malam.
Jokowi menegaskan, pemerintah akan menunggu pengembalian tanah tersebut jika memang benar-benar ingin dikembalikan ke negara.
"Saya tunggu, saya tunggu, saya tunggu sekarang dan akan saya akan bagikan untuk rakyat, karena masih banyak rakyat yang membutuhkan," ucap Jokowi. (Novian Ardiansyah)
Berita Terkait
-
Sri Mulyani Klaim 3 Kartu Sakti Jokowi Tak Akan Bebani APBN
-
Kunjungi Gresik, Prabowo Bersumpah Gunakan Jabatan Untuk Rakyat Indonesia
-
Prabowo Diserang Isu Radikal, Habaib dan Ulama di Jatim Beri Pembelaan
-
Emak-emak Pelaku Kampanye Hitam ke Jokowi Diringkus, PEPES Bantah Tapi...
-
Ditolak di Daerah, Prabowo - Sandiaga: Kami Diganggu dan Diintimidasi
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Perwakilan Massa Mahasiswa Akhirnya Diterima Pimpinan DPR, Audiensi Digelar Tertutup
-
Alasan KPK Minta Tambahan Anggaran ke DPR Rp898 Miliar
-
Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tiga Tuntutan di DPR, Soroti Ekonomi hingga Supremasi Sipil
-
Mahasiswa Trisakti Melawan! Tuntut MBG Dihentikan Sementara dan Evaluasi Total
-
Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jemput Paksa Roy Suryo dan dr Tifa
-
Pro Kontra MBG: Mahasiswa Jakarta Demo Minta Setop, Warga Jambi Minta Lanjut
-
Jejak Frans Antony 'Bendahara' Fredy Pratama: Pernah Bersembunyi di Kawasan Elite Phatthanakan
-
Dua Direktur PT Simba Jaya Utama Ditahan Terkait Sindikat Emas Ilegal & TPPU
-
Disebut Meninggal karena Kurang Minum, Migrant Watch Soroti Bekas Sayatan di Jenazah PMI NTT
-
Demo Mahasiswa Kepung DPR Hari Ini, Protes BBM Naik hingga MBG: Skripsi Saja Ada Direvisi!