Suara.com - Nuansa berbeda tampak terlihat dalam Harlah ke-46 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar di Ancol, Jakarta Utara, Kamis (28/2/2019), hari ini. Pasalnya, foto-foto Presiden RI Joko Widodo bersama keluarga ditampilkan saat acara berlangsung.
Pantauan Suara.com, momen kenangan berupa foto-foto Jokowi mulai dari bersama kedua orang tuanya hingga istri, anak, dan cucu tersebut diputar sampai tiga kali. Masing-masing pemutaran kumpulan Jokowi dan keluarga terdebut diiringi oleh tiga lagu yang berbeda.
Dua lagu pertama dan terakhir pengiring foto dinyanyikam oleh Bunga Citra Lestari dengan judul Bunda dan Harta Berharga yang merupakan soundtrack dari film Keluarga Cemara. Dan satu lagu lainnya berjudul Ayah yang dinyanyikan oleh The Dance Company.
Melihat kumpulan foto bersama kedua orang tua serta keluarganya tersebut sambil diringi lantunan lagu, Jokowi pun memperhatikan dengan serius dengan raut wajah yang haru. Senyum Jokowi baru terlihat saat lagu BCL usai mendendangkan lagu Bunda. Jokowi terlihat memberikan pujian dengan tepukan tangan bersama Ketua Umum PPP Romahurmuziy.
Rommy sapaan karib Ketua Umum PPP tersebut menuturkan, Jokowi memuji penampilan serta konsep acara Harlah ke-46 PPP yang bertemakan 'Membangun Keluarga Membangun Bangsa'. Jokowi, kata Rommy, menilai tema tersebut berbeda dengan tema-tema acara partai pada umumnya
"Lagunya memang sengaja dipilih berbeda dan Pak Menseskab tadi juga mengatakan selera PPP hari ini lebih baik dari PDI Perjuangan karena yang dihadirkan adalah Bunga Citra Lestari dan The Dance Company," ucap Rommy.
"Sengaja ini kita pilih karena kita ingin mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk melihat kembali bahwa keluarga adalah unit terkecil di dalam bangsa. Bangsa adalah keluarga besar dan keluarga adalah bangsa kecil. Karena itu tidak akan tegak suatu bangsa mana kala keluarganya hancur dan binasa," sambung Rommy.
Berita Terkait
-
Rommy: PPP yang Tidak Dukung Jokowi - Maruf Amin Bukan Kader Partai
-
Balas Klaim Didukung PPP, Rommy: Prabowo Nggak Mengerti Hukum!
-
Beda dengan Soeharto yang Jarang Rapat, Era Jokowi Sampah Saja Dirapatkan
-
Timnas U-22 Diguyur Bonus Rp 200 Juta dari Presiden Jokowi
-
4 Ruas Tol Trans Sumatera Siap Beroperasi Pertengahan 2019
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kapolri Minta Jajaran Polri Perkuat Sinergi dengan APH Hadapi Dinamika Global
-
Viral Aksi Bejat Pria Rekam Rok Penumpang dari Kolong Peron Stasiun Kebayoran, Polisi Buru Pelaku
-
Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan
-
Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?
-
Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas