News / Nasional
Minggu, 03 Maret 2019 | 07:02 WIB
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. (Suara.com/Chyntia Sami Bhayangkara)

Suara.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDI-P), Hasto Kristiyanto menyayangkan adanya aksi kericuhan yang diduga dipicu anggota Front Pembela Islam (FPI) di acara Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-93 di Tebing Tinggi, Sumatera Utara pada Rabu (27/2) lalu. Hasto meminta semua pihak untuk tidak menjadi provokator di tahun politik ini.

"NU itu yang selama ini banyak mengalah. Jangan kemudian dilakukan upaya untuk provokasi," kata Hasto di Lampung, Sabtu (2/3/2019).

Hasto mengungkapkan NU sebagai ormas terbesar di Indonesia memiliki peran yang amat besar dalam mempertahankan keutuhan NKRI. Untuk itu, seharusnya semua pihak bisa menghormati.

"Karena itulah kepada pihak mana pun, terlebih yang baru datang, yang tidak ikut berkeringat di dalam perjuangan kemerdekaan, jangan uji kesabaran NU. Selama ini NU sangat sabar, dan menjaga norma-norma tertib dalam masyarakat kita," ujar dia.

"Jangan uji kesabaran dari NU. Kalau mereka sudah betul-betul tersinggung, aduh, Inggris saja kalang kabut saat itu," imbuhnya.

Hasto mendorong aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Hasto juga meminta aparat kepolisian untuk tidak ragu menindak segala aksi kekerasan dan intimidasi.

"Mereka-mereka yang biasa menggunakan kekerasan, intimidasi, polisi jangan ragu-ragu menegakkan hukum itu. Kami mengutuk berbagai bentuk kekerasan, dan kami lebih percaya kepada NU,' tegasnya.

Sebelumnya, sekelompok massa dengan baju bertuliskan #2019GantiPresiden membuat kericuhan di acara Harlah NU ke-93. Terkini, aparat kepolisian pun telah menetapkan 11 orang diduga anggota FPI sebagai tersangka dalam kericuhan tersebut.

Baca Juga: Sandiaga Ditolak Ponpes Buntet, TKN: Yang Menabur Angin akan Menuai Badai

Load More