Suara.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDI-P), Hasto Kristiyanto menyayangkan adanya aksi kericuhan yang diduga dipicu anggota Front Pembela Islam (FPI) di acara Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-93 di Tebing Tinggi, Sumatera Utara pada Rabu (27/2) lalu. Hasto meminta semua pihak untuk tidak menjadi provokator di tahun politik ini.
"NU itu yang selama ini banyak mengalah. Jangan kemudian dilakukan upaya untuk provokasi," kata Hasto di Lampung, Sabtu (2/3/2019).
Hasto mengungkapkan NU sebagai ormas terbesar di Indonesia memiliki peran yang amat besar dalam mempertahankan keutuhan NKRI. Untuk itu, seharusnya semua pihak bisa menghormati.
"Karena itulah kepada pihak mana pun, terlebih yang baru datang, yang tidak ikut berkeringat di dalam perjuangan kemerdekaan, jangan uji kesabaran NU. Selama ini NU sangat sabar, dan menjaga norma-norma tertib dalam masyarakat kita," ujar dia.
"Jangan uji kesabaran dari NU. Kalau mereka sudah betul-betul tersinggung, aduh, Inggris saja kalang kabut saat itu," imbuhnya.
Hasto mendorong aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Hasto juga meminta aparat kepolisian untuk tidak ragu menindak segala aksi kekerasan dan intimidasi.
"Mereka-mereka yang biasa menggunakan kekerasan, intimidasi, polisi jangan ragu-ragu menegakkan hukum itu. Kami mengutuk berbagai bentuk kekerasan, dan kami lebih percaya kepada NU,' tegasnya.
Sebelumnya, sekelompok massa dengan baju bertuliskan #2019GantiPresiden membuat kericuhan di acara Harlah NU ke-93. Terkini, aparat kepolisian pun telah menetapkan 11 orang diduga anggota FPI sebagai tersangka dalam kericuhan tersebut.
Baca Juga: Sandiaga Ditolak Ponpes Buntet, TKN: Yang Menabur Angin akan Menuai Badai
Berita Terkait
-
Hasto Tepis Kabar Mahfud MD Terima Mobil dari Mantan Cabup PDIP
-
NU Rekomendasikan Hapus Istilah Kafir, Ini Respons Ma'ruf Amin
-
Istilah Kafir Dihapus, Kiai Luthfi: Liberalis Mau Amandemen Alquran
-
Sekjen PDIP Sebut Amien Rais Berupaya Delegitimasi KPU
-
Kiai di Lampung Dukung Jokowi - Ma'ruf Amin Lewat Gerakan Sate Jowo
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru
-
Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!
-
Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah
-
Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan