Suara.com - Koalisi Masyarakat Anti Hoaks mengancam menduduki kantor Bawaslu RI, kalau laporannya soal Capres nomor urut 1 Jokowi diduga banyak melakukan kebohongan, tak ditindaklanjuti.
Kuasa Hukum Koalisi Masyarakat Anti Hoaks, Eggi Sudjana mengatakan terdapat dua poin yang dilaporkan kepada Bawaslu RI pada 19 Februari 2019.
Pertama, kata dia, koalisi melaporkan soal data yang disampaikan Jokowi saat debat kedua antarcapres beberapa waktu lalu.
"Misalnya klaim data BPSsoal impor ternyata beda jauh, klaim bangun jalan, infrastruktur. Padahal jalan itu sudah dimulai sejak presiden sebelumnya bahkan zaman Belanda. Itu kan sangat pembohongan publik," kata Eggi di Sekretariat Nasional Prabowo - Sandiaga, Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2019).
Eggi juga menyampaikan, kliennya telah memperbaharui laporannya, dan kekinian fokus melaporkan pernyataan Jokowi soal dana WNI Rp 11 ribu triliun ada di luar negeri yang diduganya bohong.
Pasalnya, saat Prabowo melontarkan pernyataan mengenai dana Rp 11 ribu triliun milik WNI di luar negeri dalam debat, Jokowi menantang agar sang rival untuk menunjukkan data.
Padahal, kata dia, Jokowi pernah menyampaikan pernyataan yang sama tersebut pada tahun 2016.
"Ini kan pikun presiden, sangat akut. Presiden pembohong dan presiden pikun," ujarnya.
Bawaslu, sambung Eggi, berjanji memproses laporan tersebut hingga 14 hari ke depan. Artinya, Bawaslu akan menentukan ada atau tidaknya pelanggaran dalam pernyataan Jokowi tersebut pada hari Jumat (8/3) pekan ini.
Baca Juga: BPH Migas Tetapkan Harga Jual Jargas Rumah Tangga
Namun, Eggi memastikan, bakal menduduki kantor Bawaslu RI kalau lembaga tersebut tidak menyebut Jokowi bersalah dan didiskualifikasi dari Pilpres 2019.
"Tanggal 8 Maret, kalau jawaban dari Bawaslu tidak benar, maka kita mulai hari Seninnya bakal menduduki Bawaslu. Lebih baik begitu, untuk apa ada pemilu ujungnya curang juga," tuturnya.
"Kami minta Bawaslu mendiskualifikasi (putus Jokowi bersalah). Tahapan pemilu berikutnya janganlah ikut lagi.”
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Shayne Pattynama Sesumbar Jelang Indonesia vs Vietnam: Kami Sangat Percaya Diri!
-
Guru Les Cabuli 29 Murid, Mengapa Kekerasan Seksual Anak Kerap Dilakukan Orang Terdekat?
-
Grab Perkuat Teknologi Keselamatan Transportasi Online, AI hingga AudioProtect Plus
-
Abdul Wahid Ajukan Banding, Merasa Kasusnya Direkayasa: Saya Cari Keadilan
-
Istana Tanggapi Putusan MK soal Anggaran MBG Harus Dipisah dari Pendidikan
-
Portofolio Digital Jadi Ijazah Baru, Senjata Gen Z Tembus Dunia Kerja?
-
Rugi Rp25,2 Miliar! Diana Pungky Polisikan Mantan Asisten Terkait Penggelapan dan TPPU
-
Ditantang karena Belum Periksa Raja Juli, KPK: Bukan Masalah Berani atau Tidak
-
Whooz Bikin UMKM Tak Perlu Lagi Investasi Server dan Jaringan
-
Piala Presiden 2026: Persija Bisa Tersingkir Meski Bantai PSMS Medan