Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK), dan Otiritas Jasa Keuangan (OJK) mengirimkan perwakilannya untuk menjadi penyelidik di lembaga antirasuah.
"Untuk mengisi penyelidik yang kosong, kami lagi mengirim surat ke OJK dan PPATK. Jadi, jadi alih tugas itu, jadi yang punya keahlian akuntansi kan bisa jadi penyelidik akuntansi forensik kan bisa kan," kata Ketua KPK, Agus Rahardjo di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (11/3/3019).
Selain itu, KPK juga meminta anggota kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menjadi anggota tim penyelidik di KPK.
Tujuannya adalah agar KPK dapat semakin luas menjajaki sektor-sektor yang terindikasi adanya korupsi.
Agus menerangkan, setelah KPK mendapatkan sejumlah anggota dari beberapa institusi tersebut, pihaknya akan menyasar korupsi sektor Pasar Modal dan Perbankan.
"Dengan begitu mudah-mudahan kasus yang kami tangani juga jauh lebih bervariasi dan lebih beragam. Jadi kalau ada OJK ya kami bisa menyentuh pasar modal dan perbankan, lingkungan juga nanti kita sentuh secara khusus, pencucian uang yang lebih penting," ungkap Agus
Agus menjelaskan, KPK membutuhkan banyak Sumber Daya Manusia (SDM). Dimana Agus mencontohkan negara Singapura dan Hongkong yang lembaga korupsinya memiliki sekitar 70 persen SDM di bidang penindakan.
Sebelumnya, KPK pun telah mendapat kembali amunisi baru dari Polri sebanyak 167 anggota untuk memperkuat lembaga antirasuah tersebut.
Selain itu, KPK juga telah mengirimkan surat kepada Jaksa Agung Republik Indonesia untuk meminta penambahan Jaksa Penuntutan Umum (JPU) untuk KPK.
Baca Juga: Gelandangan Tak Waras di Madiun Ini Bawa Uang Dua Karung
Berita Terkait
-
Berpeluang Jadi Calon Penyidik, KPK Terima 167 Anggota Polri
-
Kasus Korupsi BLBI, KPK Akan Umumkan Status Hukum Sjamsul Nursalim
-
Berstatus Dicekal, KPK Periksa Fitriawan Terkait Kasus Suap Samin Tan
-
KPK Periksa Sekda Terkait Suap Proyek Infrastruktur Bupati Mesuji
-
Perkuat Penanganan Kasus Korupsi, KPK Tambah 22 Penyidik Baru
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
-
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir
-
Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986
-
AI Prediksi Hasil Inggris vs Argentina: Albiceleste Menang Dramatis, Messi dan Kane Cetak Gol?
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo