Suara.com - Komika Pandji Pragiwaksono menyinggung momen unik calon wakil presiden nomor urut 2 Sandiaga Salahuddin Uno dalam video yang diunggahnya lewat channel Youtube.
Dalam wawancaranya, Pandji Pragiwaksono mengaku memendam pertanyaan itu sejak momen ketika Sandiaga Uno melakukan kampanye pemilihan Gubernur DKI Jakarta.
"Pertanyaan ini udah gue simpen dari kapan tahu, pengen banget gue tanyain udah lama," ujar Pandji Pragiwaksono dalam video yang diunggah pada Kamis (14/3/2019) sore.
Pandji Pragiwaksono menyinggung pose jurus bangau yang dilakukannya di jembatan bambu. Jembatan tersebut melintang di atas sebuah sungai.
"Ingatkah ketika kita kampanye pilkada (Jakarta), Bang Sandi foto gaya jurus bangau di atas sungai yang ada jembatan bambunya," ujar Pandji diamini Sandiaga Uno.
Seperti diketahui, pose jurus bangau tersebut dilakukan pada 29 Desember 2016 saat Sandiaga Uno melakukan kampanye Pilkada DKI di Kebon Pala, Jakarta Timur.
Sandiaga berdiri dengan satu kaki di atas jembatan bambu. Tapi, ada yang bikin salah fokus. Ada sebuah gambar mural yang terlihat di dinding seng di depan Sandiaga Uno.
"Pertanyaannya adalah Bang Sandi sadar nggak sih di depan Bang Sandi ada gambar ti**t? Itu gede banget lho itu," tanya Panji Pragiwaksono tak kuasa menahan tawa.
Memang, di foto tersebut, ada satu mural dengan gambar kelamin pria. Mural tersebut dilukis di sebuah dinding seng sepanjang sungai.
Sandiaga Uno mengaku tidak sadar saat itu ada gambar kelamin pria di depannya. Dia baru menyadari ketika foto tersebut ada di sebuah media daring (dalam jaringan--RED).
"Gue nggak sadar saat itu. Gue terus terang baru ngeh-nya pas foto itu dimasukkan ke satu media online. Terus ada yang kasih tahu, itu ada gambar ya gitulah," ujar Sandiaga Uno.
Pandji Pragiwaksono pun menyela omongan Sandiaga Uno, "Ya kita sebut saja torpedo ya."
Sandiaga Uno pun merasa bingung karena gambar tersebut tidak disensor di media online yang bersangkutan.
"Gue bingung kok nggak kesensor ya? Asli nggak ngeh," ujar Sandiaga Uno disambut tawanya dan Pandji Pragiwaksono.
Tadinya Pandji Pragiwaksono sempat berpikir jika pose di depan gambar kelamin pria tersebut disengaja untuk lelucon dan 'gimmick' kampanye. Tapi hal itu dibantah Sandiaga Uno.
"Waktu itu ada jembatan dan dibawahnya ada sungai. Jembatannya ringkih, terus kita mau mencoba keseimbangan," ujar Sandiaga Uno.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Relawan Prabowo Tegas Tolak Polri di Bawah Menteri, Singgung Ancaman Keamanan
-
Gas N2O Disorot Usai Kasus Lula Lahfah, Polisi Akui Belum Bisa Tindak: Tunggu Regulasi
-
Polisi Segera Buka Kartu Soal Kasus Penganiayaan yang Menjerat Habib Bahar
-
Jelang Ramadan, Jalanan Jakarta Dipantau Ketat: Drone Ikut Awasi Pelanggar Lalu Lintas
-
BMKG Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Hari Ini, Jabodetabek Masuk Level Waspada
-
Kronologi Habib Bahar Jadi Tersangka: Dijerat Pasal Berlapis, Dijadwalkan Diperiksa 4 Februari
-
Berawal dari Ingin Salaman, Anggota Banser Diduga Dikeroyok: Habib Bahar Kini Resmi Jadi Tersangka
-
Teriakan Histeris di Sungai Tamiang: 7 Taruna Akpol Selamatkan Remaja yang Hanyut di Aceh
-
Industri Kesehatan 2026: Ketika Kualitas Jadi Satu-Satunya Alasan Pasien Untuk Bertahan
-
Dua Hari, Lima Bencana Beruntun: BNPB Catat Longsor hingga Karhutla di Sejumlah Daerah