Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon kembali melontarkan kritik pada sejumlah lembaga survei yang masih aktif menyampaikan hasil survei terkait Pemilu 2019. Fadli menganggap hasil yang kerap disampaikan sejumlah lembaga survei kerap meleset dari hasil hitung cepat atau quick count yang dilakukan KPU.
Fadli kemudian mencontohkan hasil survei yang dikeluarkan sejumlah lembaga saat Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Saat itu hampir semua lembaga menempatkan elektabilitas Anies Baswedan - Sandiaga Uno berada di bawah calon petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok - Djarot Saiful Hidayat.
Ia menerangkan, saat itu elektabilitas Anies - Sandiaga menurut lembaga survei SMRC sebesar 47,90 persen, Charta Politika sebesar 44,8 persen dan Indikator sebesar 48,2 persen. Namun, ternyata hasil akhir penghitungan suara menyebutkan Anies - Sandiaga berhasil mendapatkan 57,9 persen.
Hasil tersebut kata Fadli, tak beda jauh dengan survei internanya saat itu. Survei internal Anies - Sandiaga saat itu sebesar 58 persen.
"Ternyata cuman meleset kalau tidak salah hasil KPU itu 57,97 persen jadi meleset 0,03 persen dari apa yang ada di dalam survei internal," kata Fadli dalam diskusi bertajuk 'Survei Pemilu, Realita atau Rekayasa?' di Kompleks Parlemen, Kamis (21/3/2019).
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini kemudian mencontohkan hasil lembaga survei yang meleset di Pilkada Jabar. Saat itu Partai Gerindra mengusung Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Sudrajat - Ahmad Syaikhu.
Mayoritas lembaga survei selalu menempatkan Sudrajat - Ahmad Syaikhu di posisi terendah. Rata-rata lembaga survei tersebut hanya menyebut elektabilitas keduanya sekitar 7 persen. Namun pada penghitungan hasil akhir, Sudrajat - Ahmad Syaikhu mendapatkan suara sebanyak 28,7 persen.
"Ini logikanya di mana? Bisa meleset 400 persen, harusnya lembaga survei ini udah bunuh diri. Kalau di luar negeri ini harakiri karena kesalahannya itu sampai ratusan persen," kata Fadli Zon.
Baca Juga: Tidur saat Pelajaran Agama, Guru SMA Hukum Murid hingga Tewas
Berita Terkait
-
BPN Tolak Metro TV Jadi Media Penyelenggara Debat Keempat Pilpres 2019
-
BPN Sepakat Usulan Rocky Gerung Soal Pemilu 2019 Diawasi Lembaga Asing
-
Wacana Penyebar Hoaks Kena UU Terorisme, Fadli Zon: Sedang Mabuk atau Apa?
-
5 Pekerjaan Ini Kebanjiran Order di Pemilu 2019
-
Fadli Zon Menyindir: Romi dan Jokowi Bak Dua Sejoli yang Tak Terpisahkan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!