Suara.com - Sekretaris Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - Maruf Amin , Hasto Kristyanto mengakui kesulitan mencegah anak-anak di bawah umur untuk tidak mengikuti kampanye dalam Pemilu 2019. Padahal, surat larangan sudah disebar ke seluruh peserta kampanye.
Hasto mengatakan pihak TKN sejatinya sudah mengedarkan surat edaran larangan membawa anak ke lokasi kampanye, namun ketika di lapangan hal itu sulit diterapkan.
"Kami sudah mengeluarkan surat edaran. Kadang-kadang kami kesulitan. Kami sudah mengingatkan kepada semua pihak untuk tidak membawa dan melibatkan anak-anak," kata Hasto seusai kampanye Jokowi - Maruf di Stadion Maulana Yusuf, Serang, Banten, Minggu (24/3/2019).
Sekjen PDIP itu berdalih kehadiran anak-anak saat kampanye paslon 01 menandakan capres petahana Jokowi adalah milik bersama.
"Tapi memang ini merupakan kegembiraan politik Pak Jokowi menjadi milik bersama," jelasnya.
Sebelumnya, dalam pantauan Suara.com, terlihat puluhan anak-anak bahkan balita ikut dibawa orang tuanya mengikuti kampanye PDIP di Alun-alun Tangerang dan Kampanye Jokowi - Maruf Amin di Serang. Bahkan ada beberapa anak yang mengenakan kaos partai.
Mereka terlihat antusias mengikuti jalannya acara kampanye mulai dari pawai, senam bersama, pengumuman resep rahasia nasi goreng Mega Wati hingga peluncuran joget 01.
Salah satu ibu-ibu, Siti mengaku terpaksa dan tidak punya pilihan lain untuk membawa anaknya ke lokasi kampanye karena tidak ada orang yang menjaga anaknya di rumah.
"Ya mau gimana lagi, pengen dateng, terus hari libur juga, gak ada yang jaga kalau ditinggal," kata Siti di Alun-alun Tangerang, Banten, Minggu (24/3/2019).
Baca Juga: Kampanye Prabowo di Makassar, Ribuan Massa Padati Lapangan Karebosi
Untuk diketahui, dalam Pasal 87 Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, mengancam setiap orang yang menyalahgunakan anak-anak dalam kegiatan politik dan militer dengan ancaman kurungan lima tahun penjara atau denda maksimal Rp 100 juta.
Berita Terkait
-
Kampanye Perdana Prabowo-Sandi di Bekasi, Orator "Sentil" Rezim Jokowi
-
Jokowi Klaim Elektabilitas Sudah Imbang di Banten
-
Jokowi: Saya Pilih Maruf Amin Karena Paham Ekonomi Syariah hingga Unicorn
-
Kampanye Terbuka di Serang, Jokowi Kembali Ajak Pendukung Lawan Hoaks
-
BPN Minta Ibadah Capres-Cawapres di Masjid Tak Dikaitkan Kampanye
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung
-
30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan
-
Jogja Run'nShine 2026 Bidik 3.500 Pelari, Ada Hadiah Umroh hingga Trip ke Turki
-
Guru Biologi Madrasah Didorong Kuasai Pembelajaran Berbasis Riset