Suara.com - Kepolisi Sektor Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat mencokok dua pemuda berinisial NC (26) dan DK (26) yang kedapatan hendak mencuri telepon genggam milik warga di Jalan Kavling PGRI IV, Pejuang, Medan Satria Kota Bekasi, pada Rabu (3/4/2019).
"Kami amankan dua pemuda inisial NC dan DK kejadian sekitar pukul 09.00 WIB, mencuri ponsel milik warga," kata Kepala Unit Reskrim Polsek Medan Satria, Inspektur Satu Subianto, Rabu (3/4/2019).
Subianto menjelaskan, modus dua pelaku tersebut menjadi pengamen di rumah - rumah warga.
" Itu di rumah (pelaku mencuri), jadi dia (pelaku) modusnya ngamen. Begitu dilihat ada kesempatan ada tergeletak (ponsel), si pelaku masuk ke rumah," ujar Subianto.
Kronologis kejadian, saat kedua pelaku mengamen di rumah korban bernama Angga (22), pelaku melihat bahwa ada sebuah ponsel yang tergeletak di ruang tamu. Di saat bersamaan rumah tampak sepi tanpa ada pemiliknya.
"Itu dua pelaku masuk ke rumah langsung ambil ponsel milik korban (Angga)," ujar Subianto.
Namun aksi kedua pelaku kepergok oleh Angga yang saat itu diminta ibunya mengecek ponselnya yang diletakan di ruang tamu. Ketika dicek, ponselnya sudah tidak ada. Tapi, Angga melihat salah satu pelaku keluar dari dalam rumahnya.
"Saat pelaku mau keluar area rumah itu. ketahuan sama pemilik. Itu pelaku (langsung) diteriaki (maling)" kata Subianto.
Kemudian, pelaku berhasil dibekuk oleh warga sekitar, setelah mendengar teriakan korban. Pelaku tak bisa lari lantaran lokasi rumah Angga yang berada di gang terpencil.
Baca Juga: Disebut Tulis 'Detik-detik Jokowi Melawan Kekalahan', Eep: Itu Hoaks
"Namanya masuk gang gitu kan, ditangkap sama warga. Sempat dipukuli (pelaku)," ujarnya.
Hingga akhirnya, kedua pelaku diserahkan ke Polsek Medan Satria untuk proses lebih lanjut.
Tag
Berita Terkait
-
Diguyur Hujan Deras, Sandiaga Kagum Militansi Pendukungnya di Bekasi
-
Doa dan Lara Tersemat di Guratan Jamari, Pelukis Terakhir Bak Truk
-
Sandiaga Uno Jagokan Ahmad Syaikhu Dampingi Anies di Jakarta
-
Pengakuan Mengejutkan 20 Anggota DPRD Bekasi di Sidang Meikarta
-
Bermula dari Saling Tatap, Eko Tewas Dikeroyok 2 Pria Mabuk di Bekasi
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Satu Abad NU, Gus Yahya: Persatuan Menguat Usai Dinamika yang Hebat
-
Menhan Ungkap Pertemuan Prabowo dan Tokoh Oposisi: Apa yang Dibahas?
-
Risiko Matahari Kembar di Tubuh Polri, Mengapa Kapolri Pilih Mundur Ketimbang Jadi Menteri?
-
Aktivis 98 Kritik Pernyataan 'Titik Darah Penghabisan' Kapolri: Siapa yang Mau Dihadapi?
-
Geger! Jutaan Dokumen Rahasia Jeffrey Epstein Dirilis, Nama Donald Trump Muncul 5.300 Kali
-
Diterpa Isu Reshuffle, Pratikno Tegas Bantah Siapkan Surat Pengunduran Diri
-
Kemenkes: Gas N2O yang Muncul di Kasus Lula Lahfah Punya Aturan Ketat
-
Pengamat: Dasco Kini Jadi 'Buffer Power' Presiden, seperti Taufiq Kiemas dan Yenny Wahid Dulu
-
KPK Segera Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex usai Audit Kerugian Negara Rampung
-
Rhenald Kasali: Kita Hidup di Abad Ketidakpastian, Saat Perasaan Menggerakkan Dunia Digital