Suara.com - Senat Australia secara resmi merilis kecaman terhadap seorang anggota parlemen, yakni Senator Fraser Anning yang menyalahkan migran Muslim atas insiden teror penembakan di dua masjid di Selandia Baru Maret bulan lalu.
Dalam pernyataan resmi, para anggota Senat Australia dari berbagai spektrum politik menyebut komentar Senator Fraser Anning "menyulut api dan menyebabkan perpecahan".
Dilansir dari BBC, Kamis (4/4/2019), kecaman tersebut merupakan aksi kelima yang diloloskan Senat dalam 10 tahun terakhir, menyatakan ucapan Aning tidak mencerminkan pandangan parlemen atau rakyat Australia.
Lebih jauh, Anning dianggap "menyalahkan korban kejahatan mengerikan dan memfitnah orang atas dasar agama".
Komentarnya "memalukan" dan "mengerikan" kata sejumlah anggota parlemen lainnya kepada Senat.
Dari seluruh anggota parlemen, hanya satu senator, Cory Bernardi, yang tidak setuju atas sikap Senat mengecam Fraser Anning. Adapun tiga lainnya, termasuk Anning, memilih abstain.
Meski tidak memuat sanksi tegas, langkah Senat Australia dipandang sebagai kecaman resmi.
Anning mengatakan kecaman yang diarahkan kepadanya merupakan "sebuah serangan terhadap kebebasan berpendapat."
Menurut para pakar hukum konstitusi, anggota parlemen tidak bisa dicabut keanggotaannya dari parlemen kecuali yang bersangkutan menyandang dwikewarganegaraan, bangkrut, memegang jabatan lain, atau divonis bersalah dalam sebuah kejahatan.
Baca Juga: Wabah Flu Babi Afrika Terdeteksi di Perbatasan Kamboja dan Vietnam
Senator Fraser Anning, melontarkan ucapannya pada hari penyerangan di Kota Christchurch yang menewaskan 50 orang.
Saat itu dia berkata: "Penyebab sebenarnya pertumpahan darah di jalan-jalan Selandia Baru hari ini adalah program imigrasi yang sejak awal mengizinkan orang-orang Muslim fanatik bermigrasi ke Selandia Baru."
Anning menjadi anggota parlemen pada 2017 sebagai pengganti seorang senator yang didiskualifikasi, meski dia hanya menerima 19 suara dalam pemilu 2016.
Tahun lalu, Anning juga mendapat kecaman karena menggunakan kalimat "solusi akhir"—sebuah istilah yang lekat dengan peristiwa Holokos pada Perang Dunia II—saat menyerukan pelarangan imigrasi berdasarkan ras.
Berita Terkait
-
Pelaku Penembakan Masjid Selandia Baru Bakal Dijerat 50 Dakwaan Pembunuhan
-
Diduga dari Kelompok Anti Vaksin, 2 Bayi di Australia Ini Tertular Campak
-
Selandia Baru Kirim Polisi Bersenjata ke Auckland Selidiki Info Penembakan
-
Pascapenembakan Masjid, Brenton Tarrant Keluhkan Perlakuan di Bui
-
Terjadi Lagi, Seorang Bayi Meninggal Gara-gara Rokok Elektrik
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak
-
MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!
-
Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer
-
Sering Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Model Fitri Assidikki
-
Klaim MBG Bukan Proyek! KemenHAM: Ini Instrumen Negara Penuhi Hak Dasar Siswa
-
Gagal Jadi JC, Sony Sonjaya Ternyata Belum Akui Perbuatan di Kasus Korupsi MBG
-
Satu Tahun Dicuekin, Fariz RM Akhirnya 'Gas Pol' Seret Pelanggar Hak Cipta Lagunya ke Polisi
-
Militerisme Menguat! 1.047 Pembela HAM Diserang di Era Prabowo-Gibran