Suara.com - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto menyebut kinerja Jokowi selama 4 tahun lebih sebagai presiden sudah melampaui capaian Presiden Amerika Serikat ke-44, Barack Obama. Khususnya di bidang kesehatan masyarakat.
Menurut Hasto, sejak terpilih pada Pilpres 2014 lalu, Jokowi telah berhasil menjamin kesehatan masyarakat Indonesia dengan 93 juta Kartu Indonesia Sehat yang dibagikan.
"Kita harus bersyukur bahwa kepemimpinan Pak Jokowi merupakan kepemimpinan yang menyehatkan. Tidak ada pemimpin sebelumnya yang mampu menghadirkan program jaminan kesehatan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat Indonesia," kata Hasto dalam orasinya saat kampanye PDIP di lapangan Rejo Mulyo, Jati Agung, Lampung Selatan, Minggu (7/4/2019).
Sekjen PDIP itu bahkan menyebut Kartu Indonesia Sehat yang diberikan Jokowi selama ini telah melampaui program serupa yang dicanangkan Barack Obama yang diberi nama Obamacare atau Undang-undang (UU) Perlindungan Pasien dan Perawatan Terjangkau/ACA).
"Bahkan ini melampaui Obama Care Presiden Amerika Serikat. Karena apa? Karena pak Jokowi punya rasa kemanusiaan dan keadilan," ucap Hasto.
Untuk diketahui, Obamacare (UU ACA) bertujuan menjangkau sekitar 15 persen dari masyarakat AS yang belum tersentuh oleh asuransi kesehatan, mereka yang tidak mendapat asuransi dari para pemberi kerja dan tidak dilindungi oleh program kesehatan AS untuk lansia dan mereka yang miskin.
UU ACA mewajibkan semua masyarakat AS untuk memiliki asuransi kesehatan yang disubsidi oleh Pemerintah AS. UU ini juga mewajibkan perusahaan yang memiliki lebih dari 50 karyawan penuh waktu untuk menawarkan asuransi kesehatan.
Berita Terkait
-
Malam Ini, Slank akan Isi Acara Ngaji Kebangsaan di Jawa Timur
-
Kampanye di Tangerang, Jokowi-Ma'ruf Lempar Kaos dari Atas Delman
-
Massa Padati Area Karnaval Bersatu Jokowi di Tangerang
-
Kubu Jokowi Tak Terima Sindiran Prabowo soal Kemiskinan dan 3 Kartu Sakti
-
Takjub Massa Kampanye di GBK, Prabowo: Rakyat Tak Mau Diakal-akalin
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?
-
Noel Ngaku Dilarang Ungkap Partai K: Benernya Lidah Gue Mau Ngomongin Hari Ini
-
Prabowo Sentil Bogor Semrawut Banyak Spanduk, Wawako Jenal: 61 Baliho Sudah Kami Bongkar
-
Saksi Kasus Noel Ebenezer Ungkap Ada 4 Orang dari Kejagung Minta Duit Masing-masing Rp 1,5 Miliar
-
DJKI Perkenalkan Layanan Konsultasi Kekayaan Intelektual Melalui Video Call
-
Saksi Sidang Noel Akui Pernah Ditawari LC Oleh 'Sultan Kemnaker': Saya Tidak Tahu Sumber Duitnya
-
Singgung Kasus Pertamina, Eks Ketua MK Beberkan Persoalan Besar Penegakan Hukum