Suara.com - Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Tonny Rosyid menyebut ada dua hal yang akan menjadi faktor kekalahan Capres nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi di Pilpres 17 April mendatang. Menurut Tonny, dua masalah itu kerap dilakukan Jokowi sepanjang memerintah selama 4,5 tahun.
Faktor pertama, kata dia, yakni soal klaim pembangunan infrastruktur yang kerap disampaikan Jokowi. Padahal, kata Tonny proyek infrasktruktur di Indonesia sudah dilakukan oleh pendahulunya. Kedua ia juga mengatakan Jokowi tidak pernah meminta maaf apabila melakukan kesalahan. Dua hal tersebut adalah faktor yang disebut oleh Tonny bisa menggerus elektabilitas Jokowi.
"Masalahnya kekurangan Pak Jokowi adalah tidak mau mengakui kinerja para pendahulunya dan bisa meminta maaf ketika melakukan kesalahan," Tonny di Seknas Prabowo-Sandi Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2019).
Menurut Tonny, masyarakat Indonesia lebih condong memilih berdasarkan preferensi psikologis daripada rasional. Hal itu, kata dia, yang menjadi pertimbangan masyarakat untuk memilih pemimpin.
"Tapi masalahnya masyarakat Indonesia ini preferensi psikologis lebih besar dari preferensi rasional," pungkasnya," tutur Tonny.
Untuk faktor klaim infrastruktur, Tonny mencontohkan proyek Moda Raya Terpadu (MRT). Menurutnya proyek MRT adalah hasil rintisan dari Gubernur DKI Jakarta pendahulu Jokowi, Sutiyoso. Karena itu masyarakat akan memilih Sutiyoso atau Anies jika mencalonkan diri.
"Mestinya Jokowi bilang beliau hadir di sini tanpa Pak Sutiyoso gak akan jalan karena tanpa beliau MRT gak akan ada. Kemudian diselesaikan adalah Anies Baswedan. Coba bicara kalau begitu yang suka Pak Sutiyoso dan Anies bisa coblos dia" kata Tonny.
Lebih lanjut, ia mengatakan Jokowi juga kerap mengklaim proyek para pendahulunya seperti Soekarno, Soeharto, dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tonny menganggap jika Jokowi lebih menghargai proyek para pendahulunya maka masyarakat yang menyukai Soekarno, Soeharto dan SBY akan memilihnya.
"Infrastruktur, saya hanya bangun karena peran Pak Karno dan Soeharto dan ada Pak SBY. Kalau begitu yang suka Soekarno dan SBY bisa coblos dia. Saya banyak belajar dari mereka tapi sayangnya itu tidak dilakukan oleh Pak Jokowi," pungkas Tonny.
Baca Juga: Dianggap Manfaatkan Audrey, Ada YouTubers Kena Semprot Nikita Mirzani
Berita Terkait
-
Hadiri Silatnas Kepala Desa se-Indonesia, Hadirin: Lanjutkan Pak Jokowi
-
Ini Rekomendasi Serikat Pekerja BUMN untuk Cawapres Sandiaga
-
Pengamat: Pilpres, Pertarungan 'Asal Bukan Prabowo' vs 'Asal Bukan Jokowi'
-
Sindir Prabowo, TKN: Jangan Pilih Pemimpin yang Emosional
-
Pendukung Jokowi Pindah ke Prabowo, Hendri Satrio: Petahana Mengecewakan
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
-
Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan
-
Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan
-
Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta
-
Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti