Suara.com - Seekor harimau Sumatera dilaporkan memasuki perkampungan di Jorong Bariang, Nagarian Lubuk Gadang Utara, Kabupaten Solok Selatan, Sumbar dan menyerang ternak sapi milik warga.
"Empat hari lalu ternak saya yang diserangnya. Sapi saya yang terikat sudah terluka dan berdarah sebelum dilepaskan ke padang rumput di kebun. Selain itu juga ditemukan jejak serta harimaunya sempat terlihat," kata warga Lubuak Gadang Utara Yuswardi Kayo (50), di Padang Aro yang dilansir Antara, Kamis (11/4/2019).
Dia mengaku sering menemukan tanda-tanda kehadiran harimau masuk ke perkampungan bahkan juga menemukan jejak khas dari kaki harimau itu di sekitar tambatan ternaknya.
Jejak kaki harimau tersebut, katanya, masih terlihat baru saat ia hendak melepas sapinya.
"Awalnya saya curiga ada yang menjahili sapi saya tetapi setelah diperhatikan ternyata banyak jejak harimau di sekitar tempat tambatannya," katanya.
Saat ini, warga setempat telah mulai mengaktifkan ronda malam dan berjaga-jaga untuk menangani teror harimau.
Warga lainnya Novir, (37) mengaku juga sempat melihat jejak harimau di Bariang, tepatnya tiga hari sebelum kabar ternak sapi Suwardi diserang.
"Waktu itu saya pulang mengantar anak ke sekolah dan mendengar suara bergerak di semak-semak ketika ditelusuri, ternyata ada jejak harimau bersamaan dengan jejak babi hutan yang masih baru. Bahkan juga terlihat sepintas harimau itu setinggi pinggang saya," jelasnya.
Wali Nagari Lubuk Gadang Utara, Syafrudin R, mengatakan telah menerima informasi dari warga terkait keberadaan harimau.
Baca Juga: Teror Suara Harimau Saat Tengah Malam Gegerkan Warga Pelalawan Riau
Dia mengaku belum bisa memastikan hewan apakah yang menyerang sapi milik warga di Bariang itu tetapi berdasarkan laporan warga, memang ada yang pernah melihat seekor harimau.
"Kami telah menerima laporan masyarakat atas adanya dugaan serangan harimau terhadap sapi milik salah seorang warga itu dan sudah kami teruskan ke LSM yang bergerak di bidang konservasi Indonesian Conservation Society (ICS) untuk diteruskan pula ke Pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar," katanya.
Akan tetapi, katanya, sampai hari ini atau memasuki hari kelima setelah kejadian yang meresahkan itu, belum terlihat tanggapan pihak terkait.
Dia berharap, laporan tersebut ditindaklanjuti segera agar warga tidak melakukan tindakan sendiri untuk mengatasinya.
"Saat ini masyarakat masih berjaga di sekitar lokasi dan kami khawatir warga melakukan tindakan sendiri untuk mengatasi binatang buas yang diduga harimau tersebut," ujarnya.
Kepala Seksi BKSDA wilayah III Sumbar, Suraji saat dihubungi melalui telepon selular mengatakan, telah menerima laporan mengenai masuknya harimau ke perkampungan warga dan dugaan menyerang hewan ternak tersebut.
"Kami masih menunggu laporan resmi dari pihak nagari disertai bukti berupa foto dokumentasi dan disampaikan lewat laporan tertulis," katanya.
Dia menambahkan, saat ini pihaknya juga sedang menangani laporan beruang yang masuk ke pemukiman warga di Sangir Jujuan.
"Tim kami yang di Sangir Jujuan nanti juga akan memantau keberadaan harimau ini tetapi sebaiknya ada laporan resmi dari Wali Nagari," ujarnya.
Berita Terkait
-
Teror Suara Harimau Saat Tengah Malam Gegerkan Warga Pelalawan Riau
-
Nyaris Diamputasi, Harimau Terjebak Jerat Pemburu Juga Idap Tumor
-
Terperangkap Jerat dan Nyaris Diamputasi, Begini Kondisi Harimau di Riau
-
Terperangkap Jerat Pemburu, Kaki Harimau Sumatera Terancam Diamputasi
-
Ngeri, Harimau dan Jagawana Sama-sama Terperangkap Jerat Pemburu di Riau
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Duka di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas Usai Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah
-
Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi
-
Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak
-
Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA
-
Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35
-
Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen
-
Bila Mufakat Buntu, Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU Sepakati Opsi Voting
-
Bahtsul Masail di Muktamar NU Sepakat Kripto Boleh Ditransaksikan
-
Batas Aman BPA Diperketat! BPOM Resmikan Aturan Baru Kemasan Galon Guna Ulang
-
Pabrik Styrofoam di Cileungsi Ludes Terbakar, Percikan Las Hanguskan Bangunan Hingga 7 Mobil