Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengklaim telah melakukan verifikasi faktual terhadap laporan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno soal dugaan 17,5 juta Daftar Pemilih Tetap (DPT) bermasalah. Hasil laporan tersebut pun sudah diserahkan kepada kedua perwakilan tim kampanye kedua paslon Pilpres 2019.
Komisioner KPU, Viryan Aziz menuturkan dalam menyelesaikan laporan dugaan 17,5 juta DPT bermasalah itu, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait.
Pertama, menyikapi laporan BPN yang menilai adanya keanehan terhadap tanggal kelahiran dari 17,5 juta DPT bermasalah tersebut. Dari masalah itu, kata dia, KPU telah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kementerian Dalam Negeri.
Menurutnya, berdasarkan data Disdukcapil, pencatatan administrasi kependudukan awal tahun 1970-an dan saat menggunakan Sistem Informasi Manajemen Kependudukan (SIMDUK) sebelum tahun 2004, semua penduduk yang lupa atau tidak tahu tanggal lahirnya, ditulis 31 Desember. Sedangkan, setelah tahun 2004 saat diberlakukan Sistem Informasi Administrasi dan Kependudukan (SIAK), penduduk yang lupa atau tidak tahu tanggal lahirnya, ditulis 1 Juli.
Setelah dilakukan verifikasi faktual di lapangan, Viryan mengatakan data pemilih dengan tanggal kelahiran 1 Juli dan 31 Desember yang dinilai janggal tersebut memang benar ditemukan pemilihnya.
"Jadi memang untuk kita di atas meja tidak bisa kemudian menyimpulkan terhadap hal yang kira-kira aneh, ternyata di lapangan juga demikian dan foto-fotonya ada. Dokumentasi dari kegiatan tersebut, nanti akan kita share kepada teman-teman sekalian," tutur Viryan dalam jumpa pers di Media Center KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).
Lebih lanjut, Viryan menjelaskan pihaknya melakukan verifikasi faktual secara acak dan sederhana dengan melibatkan KPU di kabupaten/kota. Setiap KPU kabupaten/kota melakukan verifikasi faktual dengan terhadap 1.604 sampel yang diambil dengan cara diundi dan disaksikan oleh TKN dan BPN.
Dari 1.604 sampel pemilih, sebanyak 1.405 pemilih atau 87,59 persen ada dan data valid, 105 pemilih atau 6,55 persen ada dan data diperbaiki. Kemudian, 74 pemilih atau 4,61 persen ada dan belum cetak data kependudukan atau hilang, 16 pemilih atau 1 persen ada dan data tidak memenuhi syarat, dan 4 pemilih atau 0,25 persen tidak ada dan data tidak memenuhi syarat.
Berdasarkan hasil verifikasi faktual tersebut, Viryan pun menyampaikan kesimpulan KPU, bahwa data 17,5 juta adalah wajar dan apa adanya karena regulasi atau kebijakan pencatatan sipil.
Baca Juga: Gatot Nurmantyo Kritik Anggaran TNI, Menhan: Sudah Lah Gatot
"Temuan lapangan menguatkan hal tersebut dari 1.604 sampel, 1.584 atau 98,75 persen terverifikasi faktual ada orangnya. Sebanyak 20 sampel atau 1,25 persen tidak ada orangnya dan telah dicoret," ucapnya
Sebelumnya, BPN Prabowo Subianto - Sandiaga Uno melaporkan dugaan 17,5 juta DPT bermasalah kepada KPU. BPN melihat adanya kejanggalan terkait data DPT yang bermasalah.
Pelaporan kejanggalan dilakukan dari temuan tiga tanggal kelahiran yang dinilai janggal meliputi 1 Januari, 1 Juli dan 31 Desember sebanyak masing-masing 520 ribu orang.
Berita Terkait
-
Bocorkan Isi Rapat Intelijen Prabowo, BPN: Allan Nairn Hoaks Besar!
-
Anak Dubes Malaysia Terseret Surat Suara Tercoblos, BPN: Sangat Memalukan!
-
BPN: Pengaruh Aa Gym Jauh Lebih Besar daripada 500 Artis Pendukung Jokowi
-
BPN Beberkan Kejanggalan Terkait Temuan 17,5 Juta DPT Bermasalah
-
Klaim Diretas Habis Nonton Debat, Said Didu: Semua Cuitan Jelek-Jelekan UAS
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
Terkini
-
Dudung Ungkap Alasan Kepala BGN Diganti, Ada Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG
-
Kantor BGN Masih Digeledah Kejagung, Lantai Dua Steril dari Aktivitas Pegawai
-
KPK Amankan Belasan Orang di OTT Imigrasi Jakbar, Dirjen Imigrasi Buka Suara
-
Dadan Dicopot Sebelum Diperiksa Kejagung, Pakar UGM: Biar Penyelidikan Tak Terganjal 'Orang Kuat'
-
Tiket Masuk Ancol Gratis Mulai 8 Juni, Cek Ketentuannya di Sini!
-
Danantara Belum Buka Laporan Keuangan, Koalisi Sipil: Waspada Celah Korupsi Aset Negara!
-
KAI Daop 1 Jakarta: 19 Kereta Dilempari dalam 5 Bulan, Pelaku Mayoritas Remaja
-
Kasus Dugaan Jual Beli Titik MBG, Kejagung Masih Geledah Kantor BGN
-
Tanggapi Kabar Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, Dasco Ungkap DPR Sudah Lama Soroti BGN
-
Kantor BGN Digeledah dan Dadan Hindayana Dikabarkan Ditangkap Kejagung, Begini Respons Dasco