Suara.com - Sempat terjadi cekcok di Tempat Pemungutan Suara 75 dan TPS 84 di Apartemen Mediterania, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Rabu (17/4/2019). Kericuhan tersebut sempat terekam video yang beredar di media sosial berdurasi 1 menit 37 detik.
Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren Ajun Komisaris Rensa Aktadivia membenarkan adanya adu mulut tersebut. Hal itu lantaran ada massa beratribut FPI yang mendatangi TPS.
Rensa mengatakan, insiden tersebut terjadi karena adanya sekelompok orang datang ke TPS menggunakan atribut pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.
"Jadi ada tujuh orang menggunakan atribut 02 yakni pin garuda merah. Lalu, diminta keluar oleh pihak kubu 01, karena sebelumnya ada perjanjian tidak boleh membawa atribut masing-masing calon," ujar Rensa.
"Akhirnya cekcok dan massa itu diminta untuk keluar," tambahnya.
Rensa menyebut, dua dari tujuh orang tersebut merupakan anak di bawah umur, lantaran tak memiliki kartu tanda penduduk (KTP). Mereka yang mengenakan seragam FPI tersebut tak tinggal di daerah Apartemen Mediterania.
"Dari dua orang itu anak di bawah umur. Tujuh orang itu warga sekitar, tinggalnya di belakang apartemen," ungkap Rensa.
Dalam video yang itu terlihat Kepala Bagian Pembinaan Operasional Direktorat Reserse Kriminal Umum AKBP Ahmad Fanani tengah menegur tujuh orang tersebut. Pin garuda merah yang terpasang di dada pendukung Prabowo – Sandiaga itu dicopot Fanani.
"Kita manusia biasa, kita manusia beragama ini," kata Fanani.
Baca Juga: Jokowi Siap Deklarasi Kemenangan di Djakarta Theater?
Kemudian salah satu polisi lain menimpali, "Ini komandannya. Kamu yang tadi salaman-salaman semua," ujar polisi itu ke seorang pria baju hitam dan bertopi.
Polisi lainnya juga meminta ketujuh orang itu untuk tidak berbuat aneh-aneh. "Lu mau bikin onar atau apa. Enggak usah aneh-aneh lah," ucapnya.
Selanjutnya, Fanani meminta ketujuh orang itu untuk memperlihatkan KTP. Hanya lima orang yang bisa memperlihatkan kartu itu.
Kemudian ketujuh orang itu dibawa polisi. Mereka semua dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Berita Terkait
-
Mengapa Maia Estianty Pilih Nyoblos Siang Hari?
-
Ketua KPPS Sumatera Selatan Ditusuk, KPU: Polisi Harus Tindak Tegas
-
Idrus Marham: Kami Diborgol Enggak Masalah Asal Gunakan Hak Pilih
-
Dapil Surat Suara Tertukar, 19 TPS di Semarang Hentikan Pemungutan Suara
-
CEK FAKTA: Sutiyoso dan Adik Ahok Jadi Agen untuk Sabotase Kubu Prabowo?
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Mau Digaji Berapa Pun Tetap Korupsi! Anggota DPR Soroti Mentalitas Hakim Usai OTT di PN Depok
-
11 Juta Peserta BPJS PBI Tiba-Tiba Dinonaktifkan, DPR Soroti Dampak Fatal pada Pasien Gagal Ginjal
-
Siap-siap! Kejagung Bidik Mantan Bos BUMN Akal-akalan Usai Warning Keras Prabowo
-
Wamensos Salurkan Santunan Duka Korban Longsor Cisarua
-
Gegap Gempita Jakarta Sambut Imlek: Ada 'Kuda Raksasa' hingga Festival Barongsai di Sudirman-Thamrin
-
Wamensos Sebut Tragedi Siswa SD di NTT Alarm Keras, Program Sekolah Rakyat Jadi Kunci?
-
Terjerat Utang Judi Online, Pria di Boyolali Rampok Tetangga dan Bunuh Bocah 6 Tahun
-
Kartu BPJS Kesehatan PBI Tiba-tiba Nonaktif? Jangan Panik, Begini Cara Mudah Mengaktifkannya Kembali
-
Mahkamah Agung Konfirmasi Penangkapan Wakil Ketua PN Depok dalam OTT KPK
-
Sabu 1,04 Kg Gagal Edar di Kemayoran, Polda Metro Tangkap Sosok Perempuan Ini di Pinggir Jalan!