Suara.com - Warga negara Malaysia berinisial TSO diringkus aparat kepolisian dan petugas Satpol PP Kota Pontianak ketika menggelar razia di indekos saat bulan Ramadan 1440 Hijriah. TSO diduga sebagai pengguna sabu-sabu.
Kasi Penegakan Hukum Satpol PP Kota Pontianak Nazarudin menjelaskan, selain meringkus TSO, pihaknya juga menjaring empat pasangan mesum.
"Dalam razia pada hari ini, selain TSO, kami juga mengamankan empat pasangan mesum di indekos dan penginapan," kata Nazarudin seperti diberitakan Antara, Rabu (8/5/2019).
Nazarudin menjelaskan, Warga Malaysia itu diringkus karena diduga habis menggunakan sabu. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya benda mirip bong dan korek api yang sudah dimodifikasi untuk menggunakan barang haram tersebut.
"Karena tidak memiliki kitas, dia ikut diamankan untuk diproses hukum selanjutnya," kata Nazarudin.
Meski demikian, TSO sempat membantah menggunakan sabu-sabu.
Untuk kasus TSO, pihaknya menyerahkan ke Imigrasi Kelas I Pontianak karena yang bersangkutan tidak memiliki kartu izin tinggal terbatas (kitas).
Sedangkan untuk empat pasangan diduga mesum tersebut ikut digelandang ke Kantor Satpol PP karena tidak dapat menunjukkan kartu identitas yang sah.
Dalam kesempatan itu, Kasi Penegakan Hukum Satpol PP Kota Pontianak mengatakan bahwa pihaknya dengan instansi terkait secara rutin akan melakukan razia terhadap indekos dan sejumlah penginapan yang diduga sering digunakan untuk mesum.
Baca Juga: Pesta Miras dan Mesum di Warung Remang-remang, 4 Remaja Ditangkap Satpol PP
"Razia ini kami gelar dalam rangka penertiban atau mencegah penyakit masyarakat, terutama pada bulan puasa," kata dia.
Berita Terkait
-
Hendak Tawuran Sebelum Sahur, Tujuh Remaja Ditangkap Polisi di Empang Tiga
-
Kentut dalam Air atau Sekadar Berendam, Batalkah Puasa?
-
Siap Bertemu Sandiaga Uno, Ma'ruf Amin: Mau Buka Bersama Boleh
-
Masuk Islam, Narapidana Ini Pilih Masuk Pesantren Setelah Bebas
-
Sejuknya Masjid Agung Cilegon Hingga Menjadi Peristirahatan Warga
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen
-
Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja
-
Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1
-
Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari
-
PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif
-
Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
-
Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai
-
Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen