Suara.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum, Arief Budiman mengatakan proses pemungutan suara ulang atau PSU di wilayah kerja Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur, Malaysia berjalan lancar. Di mana saat ini tengah memasuki proses penghitungan suara.
Hal itu dikatakan Arief menanggapi pernyataan politisi Partai Demokrat, Andi Arief yang menyebut ada upaya pemaksaan yang dilakukan wilayah kerja PPLN Kuala Lumpur untuk menghitung surat suara yang baru tiba di hari penghitungan suara pada Kamis (16/5) kemarin. Padahal, menurut Andi Arief batas akhir pengembalian surat suara metode pos ke PPLN paling lambat pada 15 Mei pukul 00.00 waktu setempat.
"Sepanjang sampai hari ini dilaporkan lancar. Cuma bagaimana hasil akhirnya, maksudnya penyelesaian proses akhirnya itu, kita masih nunggu report resminya," kata Arief Budiman di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019).
Menurut dia, jika ada pihak yang keberatan terkait adanya dugaan pelangggaran dalam proses penyelenggaraan PSU di Kuala Lumpur, bisa disampaikan kepada wilayah kerja PPLN setempat. Namun, jika keberatan tersebut terkait hasil PSU yang telah ditetapkan bisa mengajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK).
"Protes itu ya silakan saja. Kalau protesnya terkait hal yang dilakukan di situ (PPLN Kuala Lumpur) ya protes di situ. Kalau protesnya terkait dokumen yang sudah ditetapkan dilanjutkan ke MK, itu saja," katanya.
Sebagaimana diketahui, politisi Partai Demokrat, Andi Arief menyebut ada penambahan 62 ribu surat suara metode pemilihan lewat pos yang akan dilakukan dalam penghitungan oleh wilayah kerja PPLN Kuala Lumpur, Malaysia. Andi Arief menuding penambahan 62 ribu surat suara itu diindikasikan untuk caleg yang juga putra Dubes Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Andi Arief lewat akun Twitternya @AndiArief_ pada Kamis (16/5/2019) pukul 13.17 WIB.
"Ada pemaksaan dari PPLN KL untuk menghitung surat suara dari PSU POS yg seharusnya diterima tanggal 15 May batas akhir jam 00.00. PLLN tendensi langgar aturan untuk legitimasi penambahan surat suara pos 62 ribu yang akan dihitung sekarang yang diindikasikan buat anak pejabat Kedubes," kicau Andi Arief seperti dikutip suara.com pada Kamis (16/5).
Hal itu pun telah ditanggapi oleh Komisioner KPU RI, Hasyim Asy'ari yang mengungkapkan bahwasanya 62 ribu surat suara yang baru tiba di hari penghitungan suara di wilayah kerja PPLN Kuala Lumpur, Malaysia bukan surat suara tambahan.
Baca Juga: Rekapitulasi Suara Pemilu 2019 di Luar Negeri Selesai, Minus Kuala Lumpur
Hasyim memastikan surat suara tersebut akan tetap dihitung dalam proses penghitungan suara di PPLN, Kuala Lumpur.
"Lebih dari 60 ribu surat suara itu bukan baru tiba saat penghitungan suara, itu sudah tiba di kantor pos sejak kemarin. Nah kantor pos itu ngirim ke alamat PPLN itu sehari cuman sekali. Ini saya sudah perintahkan, surat suara itu tetap harus diterima dan dihitung hari ini," ujar Hasyim di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (16/5).
Berita Terkait
-
Ini Caleg DPR RI Dapil Jabar yang Gagal, Mulai Menag Hingga Mulan Jameela
-
BPN Prabowo Sebut Teroris yang Mau Lakukan Teror saat 22 Mei Tak Netral
-
Selidiki Kematian Petugas KPPS, Komnas HAM Sebar Tim Ke 6 Provinsi
-
Indikasi Teroris Saat Pengumuman Pemilu, KPU: Hidup Mati Urusan Tuhan
-
Belum Berizin, Alumni Aktivis 98 Tetap Mau Aksi Nginap di Gedung KPU
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Buruh Bersatu Desak Reformasi Total SJSN, Soroti Rendahnya Perlindungan Pekerja
-
Gus Ipul: 869 Ribu Peserta BPJS PBI Aktif Kembali
-
Riva Siahaan Dinilai Tak Nikmati Uang Korupsi: Hakim Bebaskan Uang Pengganti, Blokir Rekening Dibuka
-
Jakarta Darurat Lapangan Padel 'Bodong', 185 Bangunan Tak Berizin Terancam Ditertibkan Satpol PP
-
Vonis Korupsi Tata Kelola Minyak: Eks Dirut Pertamina International Shipping Dihukum 9 Tahun Penjara
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai