Suara.com - Beredar foto di media sosial seorang pria bersama beberapa anggota Polisi satuan Brimob dengan keterangan foto tersebut menyebutkan polisi tersebut adalah polisi impor dari Cina. Berdasarkan Hal tersebut, Mabes Polri menegaskan kalau Polisi tersebut adalah polisi asli Indonesia.
Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Mabes Polri. Polisi juga menghadirkan tiga orang yang disebut sebagai polisi impor cinta tersebut. Kasubdit II Dirtippidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Rickynaldo Chairul mengatakan tiga polisi tersebut dihadirkan sebagai bukti kepada masyarakat kalau mereka bukan polisi impor.
"Kami hadirkan 3 anggota brimob yang kemarin viral dan untuk membuktikan kepada masyarakat1 bahwa ini adalah polisi indonesia," jelas Ricky di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019).
Setelah itu, ketiga polisi tersebut diberikan kesempatan untuk berbicara.
"Kami tegaskan bahwa kami adalah asli brimob bukan polisi China, saya adalah Brimob Sumatera Utara. Saya asli dari Sumatera Utara," jelas salah satu polisi.
"Saya dari Brimob sumatera utara letaknya di Tebing tinggi, saya asli orang Indonesia," ujar salah satu polisi.
"Di sini saya mau menegaskan bahwa saya asli Brimob Indonesia yang bertugas di daerah Polda sumatera utara di kota Tebing Tinggi Detasemen B. Jadi berita yang disebarkan selama ini itu murni hoaks. Jadi kami menyatakan bahwa kami memang murni Brimob Indonesia dan berdarah Indonesia," kata polisi itu.
Menurut Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, polisi akan mendalami dan menganalisa konten-konten kerusuhan 22 Mei yang berindikasi berita bohong atau hoaks. Ia mengatakan sudah menangkap para penyebar konten yang membuat masyarakat gaduh.
"Seluruh konten-konten yang disebarkan akun-akun di medsos itu akan didalami dan dianalisa oleh Direktorat Siber Bareskrim. Yang sudah membuat masyarakat resah, yang membuat masyarakat menjadi gaduh sudah banyak yang berhasil kita ungkap," kata Dedi.
Baca Juga: Cegah Kerusuhan 22 Mei Susulan, Objek Vital Bekasi Dijaga Ketat
Tag
Berita Terkait
-
Polisi Diduga Keroyok Bocah di Belakang Masjid dekat Bawaslu, Video Viral
-
Sulit Menerima Kekalahan Memicu Gangguan Emosi? Ini Kata Pakar
-
Ambulans Gerindra Bawa Batu saat Kerusuhan, Ketua Seknas Prabowo Tak Tahu
-
Viral Anggota Brimob Pamer Sulap Depan Wartawati Asing di Aksi 22 Mei
-
Kerusuhan 22 Mei Makan Korban Jiwa, Romahurmuziy Ikut Berduka
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan