Ahmad Syaikhu, satu dari dua Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno, menemui Ketua DPRD setempat Prasetio Edi Marsudi di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/2/2019) pagi. [Suara.com/Stephanus Aranditio]

Suara.com - Ahmad Syaikhu belum berniat mundur dari pencalonan wakil gubernur DKI Jakarta meski diprediksi lolos ke DPR RI di Pemilu Legislatif 2019. Ia tetap akan bersaing dengan Agung Yulianto untuk menggantikan Sandiaga Uno.

Syaikhu diketahui menjadi caleg DPR RI daerah pemilihan Jawa Barat III dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dapil Jawa Barat III meliputi Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Purwakarta.

"Di Senayan juga belum dilantik. Kalau pemilihannya ini sebelum 1 Oktober ya, enggak ada alasan juga untuk saya mundur (sebagai cawagub DKI). Kan saya belum dilantik sebagai anggota DPR RI," kata Syaikhu di Balai Kota Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Mantan wali kota Bekasi itu kemudian mengkritik kinerja panitia khusus pemilihan cawagub DKI yang terkesan lambat sehingga memakan banyak waktu.

"Sudah sangat terlalu lama. Sementara persoalan di DKI banyak hal yang harus ditangani," ungkapnya.

Syaikhu kemudian berharap pansus Wagub DKI segera bekerja membuat tata tertib dan panitia pemilihan. Ia kemudian sudah siap membantu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan jika terpilih.

"Ya mudah-mudahanlah itu makanya teman-teman di Dewan bisa cepet menyelesaikan pansus. Kemudian juga panlih-nya segera dibentuk dan sesuai dengan aturan yang dibuat itu segera dipilih wagub yang disepakati," jelas Syaikhu.

Sebelumnya, Wakil Ketua Pansus Cawagub DKI Bestari Barus mengatakan pansus menargetkan proses pemilihan pengganti Sandiaga Uno sudah bisa dilakukan pada Agustus 2019. Sehingga, Gubernur Anies Baswedan memiliki pendampi yang akan kembali membantunya untuk mengurus persoalan Ibu Kota.