Suara.com - Beredar video polisi yang menilang mobil bernomor khusus dinas Polri di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat.
Dalam video yang berdurasi 2 menit 45 detik tersebut, diketahui pengemudi mobil tersebut berstatus pelajar kelahiran tahun 1995, tinggal di BSD, Tangerang, bernama Kevin Kosasih.
Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, mobil merek Toyota Fortuner bernomor khusus dinas Polri 3553-07 itu bukan mobil lembaganya,
"Itu bukan kendaraan dinas Polri. Info dari kapolres Bogor, nomor mobil itu tidak benar," jelas Dedi saat dihubungi, Senin (3/6/2019).
Ia mengatakan, polantas di kawasan itu juga memberi surat tilang kepada sang sopir. Sementara surat meyurat serta plat nomor mobil tersebut sudah disita.
Dalam video yang viral, tampak Kevin Kosasih diminta oleh petugas kepolisian untuk keluar dari mobilnya.
Namun, Kevin yang sedang bersama seorang wanita memberikan STNK kepada petugas.
STNK mobil kedinasan tersebut bernomor 00941, tertulis atas nama Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia Staf Logistik (Slog Polri) dengan masa berlaku mulai 20 Maret 2019 sampai 19 Maret 2020.
"Soal razia itu sendiri dilaksanakan adalah razia selektif untuk menindak pelaku pelanggar lalu lintas," jelas Dedi.
Baca Juga: Dua Hari Pelaksanaan Operasi Ketupat 2019, 4.749 Pengendara Ditilang
Berita Terkait
-
Viral Toyota Fortuner Pakai Pelat Polri Palsu, Ternyata Ini Pengendaranya
-
Setelah Bakar Rumah, AH Sempat Tenggak Obat Nyamuk Cair dan Mengaji
-
Wah, Cuma Pria Ini yang Berani Pegang-pegang Kepala Jokowi
-
Lawan Arus di Jalur Transjakarta, Pemotor Malah Ngotot ke Polisi
-
Kafe di Bogor Ini Bagi-bagi 1.000 Roti Bakar, Bayarnya Cukup dengan Doa
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Risiko Matahari Kembar di Tubuh Polri, Mengapa Kapolri Pilih Mundur Ketimbang Jadi Menteri?
-
Aktivis 98 Kritik Pernyataan 'Titik Darah Penghabisan' Kapolri: Siapa yang Mau Dihadapi?
-
Geger! Jutaan Dokumen Rahasia Jeffrey Epstein Dirilis, Nama Donald Trump Muncul 5.300 Kali
-
Diterpa Isu Reshuffle, Pratikno Tegas Bantah Siapkan Surat Pengunduran Diri
-
Kemenkes: Gas N2O yang Muncul di Kasus Lula Lahfah Punya Aturan Ketat
-
Pengamat: Dasco Kini Jadi 'Buffer Power' Presiden, seperti Taufiq Kiemas dan Yenny Wahid Dulu
-
KPK Segera Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex usai Audit Kerugian Negara Rampung
-
Rhenald Kasali: Kita Hidup di Abad Ketidakpastian, Saat Perasaan Menggerakkan Dunia Digital
-
Banjir Ganggu Transjakarta Pagi Ini, 3 Rute Dialihkan dan Sejumlah Halte Tak Terlayani
-
Menag Nasaruddin Umar: NU Pesantren Besar, Kuat karena Akhlak dan Moderasi