Suara.com - Suasana lebaran hari kedua di Kampung Bandan, Pademangan, Jakarta Utara tampak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Mereka harus bertahan merayakan Idul Fitri 1440 H di atas puing kebakaran.
Salah satu warga, Muhammad Efendi yang memiliki tiga orang anak mengaku sedih melihat kondisi lebaran tahun ini mereka terpaksa tidur di atas puing rumahnya yang terbakar dan beratapkan terpal biru seadanya.
Kemeriahan dan keceriaan warga juga diakuinya tidak terlihat pada lebaran tahun ini, mereka hanya bisa menerima kenyataan.
"Tahun ini sih sangat menyedihkan ya buat kami yang tinggal di sini, khususnya orang tua, prihatin lihat anak-anak harus lebaran di suasana kayak gini, biasanya ramai hiruk pikuk tapi ini yang ada cuma puing-puing doang, pokoknya sedihlah, tapi mau bagaimana lagi kenyataannya begitu harus kita terima walaupun sakit hati," kata Efendi kepada Suara.com, Kamis (6/6/2019).
Pria 36 tahun asal Cirebon itu bercerita biasanya pada saat jelang Hari Raya Idul Fitri seluruh warga Kampung Bandan kompak mempersiapkan acara kumpul kampung setelah Salat Ied namun kini hal itu tak bisa dilakukan.
"Tradisi khusus sih enggak ada cuma biasa silaturahmi dengan tetangga yang enggak pulang kampung, terus dari teman-teman komunitas biasanya ada halal bihalalal karena lokasinya sekarang udah enggak ada jadi ya susah," jelasnya.
Seperti diketahui, Efendi menjadi salah satu dari 400 kepala keluarga yang menjadi korban kebakaran di RT 11, 12, dan 13 RW 05 Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu (11/5/2019) siang. Sebanyak 450 bangunan semipermanen dilaporkan hangus dilahap si jago merah.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana akan membangun kembali Kampung Badan, Jakarta Utara dengan membangun rumah susun, namun hingga kini belum ada kejelasan lebih lanjut terkait rencana itu, bahkan warga mulai membangun kembali hunian semi permanen.
Baca Juga: Lebaran di Puing Kebakaran, Warga Kampung Bandan Batal Pulang Kampung
Berita Terkait
-
Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia
-
Lebaran Berkah! BI Ramal Penjualan Eceran Maret 2026 Melesat 9,3 Persen
-
Pelindo Catat 2,6 Juta Penumpang Masa Lebaran 2026, Meningkat 14,14%
-
Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta
-
Ada Lebaran Betawi, Berikut Rekayasa Lalu Lintas di Lapangan Banteng
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat