Suara.com - Kepala Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2019, Imran Rasyid mengungkapkan terjadi penurunan jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor.
Imran menyebutkan sebanyak 1.156.130 sepeda motor tercatat menjadi moda transportasi pada musim mudik Lebaran 2019.
Menurut Imran angka tersebut menurun jika dibandingkan data jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor pada musim mudik Lebaran 2018 yang mencapai 1.305.139. Menurunnya angka pemudik yang menggunakan sepeda motor itu pun kata Imran berdampak positif terhadap menurunnya angka kecelakaan.
"Penggunaan sepeda untuk mudik Lebaran menurun cukup signifikan sebesar 11,4 persen," kata Imran di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Minggu (9/6/2019).
Sementara itu, Imran menyebutkan jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi roda empat justru mengalami peningkatan sekitar 61 persen dari dari musim mudik Lebaran 2018 yang berjumlah 538.848.
Berdasarkan data yang diterimanya, tercatat 867.517 kendaraan roda empat menjadi pilihan pemudik pada Lebaran 2019.
"Penggunaan kendaraan pribadi untuk mudik Lebaran meningkat cukup tinggi khususnya di jalan non Tol sebesar 61 persen atau sebanyak 328.669 kendaraan," ungkapnya.
Kendati angka pengguna kendaraan pribadi roda empat pada musim mudik Lebaran 2019 meningkat, namun tidak terjadi kemacetan yang cukup parah jika dibandingkan dengan musim mudik Lebaran 2018.
Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan bahwa pengoperasian Jalan Tol Trans Jawa dan Trans Sumatera menjadi faktor penting di samping kebijakan rekayasa lalu lintas lewat sistem satu arah atau one way yang turut mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2019.
Baca Juga: Belasan Pemudik Arus Balik Berjatuhan di Bakauheni, Pingsan Dehidrasi
"Berdasarkan kondisi yang ada selama periode arus mudik sampai dengan H+2 (8 Juni 2019) dapat disimpulkan bahwa penyelenggaraan mudik Lebaran dapat berjalan dengan selamat, aman, nyaman dan lancar," tutupnya.
Berita Terkait
-
Masih Ada Pemudik di Arus Balik, Cerita Sampai Begadang untuk Dapat Tiket
-
Penutupan Rest Area Tol Jakarta - Cikampek, Pantura Jadi Alternatif Pemudik
-
Bawa Terasi, Kerupuk sampai Gula Batu, Pemudik Kembali ke Jakarta
-
Beredar BBM Tercampur dengan Air, Pemudik Wajib Ekstra Waspada
-
Jalur Puncak - Cipanas Macet Total, Anak-Anak Pemudik Main di Pinggir Jalan
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Dituding Lamban oleh DPR, KNKT Bongkar Alasan Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Usai
-
Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Minta Pemda Perkuat UP2K dan Berdayakan Lansia
-
Jakarta-Kelantan Sepakat Perkuat Kerja Sama, Penerbangan Langsung Dimulai 16 Juni
-
Jaksa Tuntut Nadiem Bayar Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun
-
Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu
-
Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!
-
Selain 18 Tahun Bui, Nadiem Dituntut Bayar Rp4,8 T: Tak Bayar Tambah 9 Tahun
-
Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998
-
Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen
-
Geger! Bau Menyengat di Pinang Ranti Ternyata Jasad Lansia Sebatang Kara