Suara.com - Kasus konflik gajah sumatera (elephas maximus sumatranus) dengan manusia yang kini berlangsung di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau diduga akibat kerusakan parah di lanskap Tesso Nilo yang merupakan habitat alami satwa bongsor itu.
"Sebagaimana semua orang sudah tahu, lanskap Tesso Nilo sudah berubah bentang alamnya menjadi kelapa sawit, hutan tanaman dan sebagainya,” kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, Suharyono, di Pekanbaru, Kamis (13/6/2019).
Ia mengatakan sudah sekitar dua pekan terakhir enam ekor gajah sumatera liar berkeliaran di area perkebunan dan permukiman di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Mereka terpecah menjadi dua kelompok, yakni di Kecamatan Peranap empat ekor dan sisanya di Kecamatan Kelayang.
Hewan dilindungi itu sejatinya berasal dari lanskap Tesso Nilo, yang merupakan kantong gajah dengan populasi terbesar di Riau.
“Lanskap Tesso Nilo merupakan kantong gajah terbesar ada sekitar 140 ekor di sana,” katanya seperti dikutip Antara, Kamis (13/6/2019).
Lanskap Tesso Nilo berada sekurang-kurangnya di dua kabupaten, yakni Pelalawan yang terbesar dan Inhu. Di Pelalawan merupakan lokasi kawasan konservasi Taman Nasional Tesso Nilo, seluas lebih dari 86 ribu hektare, namun habitat gajah itu kini porak poranda akibat perambahan yang masif.
Suharyono mengatakan, akibat kerusakan habitat aslinya di lanskap Tesso Nilo, gajah liar kesulitan mencari makanan sehingga terpaksa keluar hingga ke area permukiman.
“Kebutuhan ruang hidup 140 ekor lebih gajah di Tesso Nilo pasti sulit karena yang dulunya mereka mudah dapat makanan, sehingga dia (gajah) akan keluar dari tempat dia hidup saat ini,” katanya.
Tim gabungan baru bisa memulai operasi penghalauan enam ekor gajah sumatera pada Kamis pagi ini sejak pukul 08.00 WIB. Operasi gabungan ini turut melibatkan Tim Balai Taman Nasional Tesso Nilo dan WWF. Di dalam tim tersebut juga ada dua gajah binaan dari Taman Nasional Tesso Nilo, yang diberi nama Rahman dan Indro.
Baca Juga: Kawanan Gajah Liar Diduga Rusak 15 Hektare Kebun Sawit Warga di Aceh Utara
Operasi penggiringan itu akan mencoba menghalau enam ekor satwa dilindungi itu agar kembali masuk ke kantong gajah Tesso Nilo.
Berita Terkait
-
Sempat Viral, Bayi Gajah Mirip Dumbo Tewas Setelah Dipaksa Menari
-
Iseng Lempari Induk Gajah dengan Batu, Pria Ini Tewas Diinjak
-
Dianggap Dukung Kekejaman Pada Gajah di Bali, Kim Kardashian Dihujat
-
Seekor Gajah Berusia 80 Tahun Tak Bergeming Dengarkan Indahnya Alunan Piano
-
Selundupkan 2 Ton Gading Gajah, Perempuan China Dihukum 15 Tahun Penjara
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
Terkini
-
Berkedok Mubaligh, Oknum Polisi di Wonogiri Tega Lecehkan Anak Atasannya Sendiri
-
RUU PFII Sepakat Dibawa ke Rapat Paripurna Besok, Pembahasan Dikebut Cuma Perlu 19 Hari
-
Setelah Digembleng, Manajer Kopdes Baru Bisa Kerja Agustus
-
Nacific Berasal dari Mana? Brand yang Jadi Incaran Pecinta Skincare
-
Tak Hanya Tunai, Banyak Orang Beli Emas Pakai Kredit Bank
-
Ngemis Online di TikTok: Eksploitasi Kemiskinan Gaya Baru
-
Dugaan Menteri PU Ajak Keluarga ke New York, KPK Soroti Potensi Penyimpangan
-
Persija Cuma Turunkan Pemain Pelapis, Shin Tae-yong Tidak Bermaksud Remehkan Piala Presiden
-
Diteror Tetangga Bertahun-tahun, Ibu Suraji Trauma hingga Takut Keluar Rumah
-
Tak Lagi Jadi Sampah, Bagaimana Peneliti BRIN Sulap Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Ramah Lingkungan?