Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan pertemuan bilateral dengan 14 negara di sela-sela menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, di Osaka, Jepang. KTT G-20 akan berlangsung pada 28-29 Juni 2019.
"Yang ajukan ada 14 negara," ujar Jokowi di Base Ops Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Kamis (27/6/2019) malam.
Meski demikian, Jokowi menyebut pertemuan dengan 14 kepala negara akan diatur kembali lantaran dirinya dijadwalkan harus kembali ke Indonesia pada Sabtu (29/6/2019) siang.
"Tapi pengaturan belum tahu karena waktu mepet. Jumat dan Sabtu, siang balik," kata dia.
Untuk diketahui, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana bertolak ke Osaka, Jepang dari Base Ops Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta, Kamis (27/6/2019) malam.
Dalam pertemuan tersbut, Jokowi akan mengangkat dua topik dalam forum pimpinan negara G20. Pertama terkait inovasi ekonomi digital dan kedua upaya mengurangi kesenjangan.
"Saya akan berangkat dengan bu Iriana untuk menghadiri KTT G20 di Osaka. Saya akan bicara dua hal pertama berkaitan dengan inovasi digital ekonomi dan atasi kesenjangan," ujar Jokowi dalam jumpa pers yang didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Selai itu, Kepala Negara juga akan menyinggung terkait situasi perekonomian dunia terkini.
"Saya ingin ingatkan pada kolega kita yang hadir, baik Perdana Menteri, Presiden, Raja dengan G20 terkait situasi dunia yang dipenuhi ketidakpastian dan isu perang dagang. Saya harap negara-negara G20, bisa menunjukkan kearifan sehingga situasi yang ada jadi lebih baik untuk kita semua," ucap Jokwoi.
Baca Juga: Prabowo Gagal Jadi Presiden, Tensi Pendukung Meninggi Sampai Usir Wartawan
Berita Terkait
-
BPN: Tak Perlu Ada Rekonsiliasi Antara Prabowo dan Jokowi Pasca Putusan MK
-
Bertolak ke Osaka, Jokowi: Urusan Keamanan di Indonesia Diserahkan ke JK
-
Isi Lengkap Pidato Jokowi Setelah MK Tolak Gugatan Pilpres Prabowo
-
Ditanya Kapan Bertemu Jokowi, Prabowo: Kamu Saja yang Atur
-
Gugatan Prabowo Ditolak, Jokowi: Keputusan MK adalah Final
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Cinta dan Jari yang Patah di Utara Jakarta
Terkini
-
Pengiriman 8.000 TNI ke Gaza Pertaruhan Berbahaya, Amnesty Desak Tinjau Ulang
-
AS Siapkan Kirim Kapal Induk Kedua ke Wilayah Iran di Tengah Ancaman Perang
-
Dari Sindiran 'Cerdas' ke Foto Damai, Ini 6 Fakta Perselisihan Menkeu Purbaya dan Menteri KKP
-
IPK Indonesia Anjlok ke Skor 34, Hasbiallah Ilyas: Alarm Keras, KPK Harus Evaluasi Total
-
Meluruhkan Debu, Merajut Toleransi: Harmoni Lintas Iman di Kelenteng Fuk Ling Miau Yogyakarta
-
Temui Mensos, Rieke Diah Pitaloka Dorong Data Tunggal Akurat demi Bansos Tepat Sasaran
-
Ramadan di Depan Mata, Pramono Anung Wanti-wanti Warga DKI Tak Gadai KJP Buat Penuhi Kebutuhan
-
KPK Periksa Pj Gubernur Riau hingga Bupati Inhu, Dalami Aliran Uang Kasus OTT Abdul Wahid
-
Sungai Cisadane 'Darurat' Pestisida, BRIN Terjunkan Tim Usut Pencemaran Sepanjang 22,5 KM
-
Buntut Dugaan Pelanggaran Impor, Bea Cukai Segel 3 Gerai Perhiasan Mewah Tiffany & Co di Jakarta