Suara.com - Jepang kembali melakukan perburuan paus komersial untuk pertama kalinya dalam 30 tahun pada Senin (1/7/2019) hingga akhir Desember setelah mengundurkan diri dari perjanjian perburuan paus internasional, lansir Kyodo News.
"Armada perburuan paus berlayar hari ini dengan total kuota 227 ekor, termasuk di antaranya 52 minke, 150 paus Bryde dan 25 sei," kata Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang.
Jepang mengakhiri keanggotaannya di Komisi Penangkapan Ikan Paus Internasional (IWC) pada Minggu setelah mengadvokasi perburuan paus di seluruh dunia selama lebih dari 60 tahun.
IWC menolak proposal Jepang untuk melanjutkan perburuan komersial ikan paus dengan spesies berlimpah pada September lalu.
Meskipun Tokyo menangguhkan perburuan paus komersial pada 1988, kapal perburuan Jepang tetap aktif dalam memburu paus internasional untuk tujuan penelitian, yang memicu kritik internasional karena dianggap sebagai langkah untuk menutupi perburuan paus komersial.
Sumber: Anadolu Agency
Tag
Berita Terkait
-
Media Jepang Sebut Jokowi Presiden Beken dari Keluarga Miskin Tukang Kayu
-
Bertolak ke Osaka, Jokowi: Urusan Keamanan di Indonesia Diserahkan ke JK
-
Serunya Hiburan Kembali ke Zaman Edo Jepang di Hoshinoya Tokyo
-
Mengejar Geisha Demi Foto, Aksi Turis Asing Buat Warga Kyoto Kesal
-
Mie Dingin dari Kopi Jadi Dessert Terbaru di Jepang, Begini Wujudnya
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Imbas Manipulasi Laporan Pakai AI, 3 PPSU Kena SP1 dan Lurah Dibebastugaskan
-
Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik
-
Seksisme Bukan Candaan! Kemendukbangga Sentil Kasus Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa FHUI
-
Alasan Hizbullah Boikot Pertemuan Diplomatik Lebanon-Israel di Washington
-
Kasus Wanita Linglung Dilepas Polisi, Propam Turun Tangan Periksa Anggota Polsek Pasar Minggu
-
Makassar Ubah Sampah Jadi Listrik, Bisa Jadi Solusi Krisis Sampah?
-
Asal Bapak Senang! Pete Hegseth Dituding Sesatkan Donald Trump soal Perang Iran
-
Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi
-
Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah
-
Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya