Suara.com - Sebuah akun Facebook bernama Farid Mukramin II menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui media sosial. Ia juga sempat menantang polisi untuk menangkapnya, beruntung doanya segera terkabul lataran tak lama polisi benar-benar menangkapnya.
Beberapa status berisi hinaan terhadap Jokowi dan kepolisian diunggah ulang oleh akun Twitter @yusuf_dumdum. Dalam unggahan tersebut sedikitnya ada tiga status bernada hinaan untuk Jokowi dan polisi.
Awalnya, akun Farid Mukramin II menyebut Jokowi dengan sebutan hewan. Ia mengklaim sebagai Umar bin Khattab dan menantang Jokowi agar bisa menipunya.
"Oeee Jokowi la*o (anj**g) kamu itu Dajjal. Dajjal itu fitnah paling berat di dunia, sekarang saya mau tantang sama kamu, kamu bisa gak tipu saya. Saya Umar bin Khattab, manusia yang paling ditakuti oleh seluruh makhluk di alam semesta ini," tulis akun tersebut.
Berselang beberapa jam, akun Farid Mukramin II kembali membuat status bernada hinaan. "Jokowi Set*nnnn," ungkap akun tersebut.
Tak lama kemudian, ia kembali membuat sebuah status yang menantang kepolisian. Ia mengaku masih belum ditangkap oleh polisi meski telah membuat status berisi penghinaan kepada Jokowi.
Bahkan, ia menuding bila polisi malas bekerja hingga tudingan lain yakni menyebut Jokowi telah korupsi gaji para polisi sehingga menyebabkan kinerja para polisi menurun.
"Saya ini sudah menghina presiden Jokowi dari tadi pagi. Kenapa polisi malas sekali bergerak untuk tangkap saya. Padahal saya pengen sekali masuk tahanan kayak guru saya, Buya Hamka. Jangan polisi ini kurang gajinya atau tidak digaji sama sekai atauu gajinya sudah dimakan sama Pak Jokowi," ujarnya.
Tak lama kemudian, beredar foto akun Farid Mukramin II tertunduk lesu di sebuah ruangan. Ternyata, ia sudah ditangkap oleh kepolisian.
Baca Juga: Udara Jakarta Buruk, Anies Diminta Naik MRT dan TransJakarta saat Ngantor
Unggahan tersebut menjadi sorotan warganet. Banyak warganet yang geram dengan kesombongan si pemilik akun hingga akhirnya ia benar-benar merasakan tinggal di hotel prodeo.
"Allah Maha Mendengar," kata @pantunj2p.
"Sangat jarang ada orang doa yang cepat terkabul. Sungguh, orang ini nampaknya doanya manjur. Amalannya apa ya?" ujar @awchuz.
"Ada bagusnya Kapolri bertindak tegas terhadap yang kayak begini agar virus ini tidak menular," ungkap @saryono56066316.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Aktivis 98 Kritik Pernyataan 'Titik Darah Penghabisan' Kapolri: Siapa yang Mau Dihadapi?
-
Geger! Jutaan Dokumen Rahasia Jeffrey Epstein Dirilis, Nama Donald Trump Muncul 5.300 Kali
-
Diterpa Isu Reshuffle, Pratikno Tegas Bantah Siapkan Surat Pengunduran Diri
-
Kemenkes: Gas N2O yang Muncul di Kasus Lula Lahfah Punya Aturan Ketat
-
Pengamat: Dasco Kini Jadi 'Buffer Power' Presiden, seperti Taufiq Kiemas dan Yenny Wahid Dulu
-
KPK Segera Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex usai Audit Kerugian Negara Rampung
-
Rhenald Kasali: Kita Hidup di Abad Ketidakpastian, Saat Perasaan Menggerakkan Dunia Digital
-
Banjir Ganggu Transjakarta Pagi Ini, 3 Rute Dialihkan dan Sejumlah Halte Tak Terlayani
-
Menag Nasaruddin Umar: NU Pesantren Besar, Kuat karena Akhlak dan Moderasi
-
Prabowo Batal Hadiri Puncak Harlah 1 Abad NU di Istora, Rais Aam Juga Tak Hadir