Suara.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengklaim belum menerima laporan dari Komnas HAM soal orang hilang saat terjadi kerusuhan di Jakarta pada 21-22 Mei 2019 lalu.
Dedi menyebut, laporan tersebut diverifikasi dan diklarifikasi terlebih dahulu. Jika laporan tersebut belum kuat, maka tak boleh untuk di simpulkan.
"Sampai dengan hari ini kita belum menerima data itu. Data itu betul-betul harus diverifikasi dan diklarifikasi secara detail. Assessment nya harus kuat, kalau belum kuat kita belum boleh menarik kesimpulan," ujar Dedi di Mabes Polri, Kamis (11/7/2019).
Dedi menambahkan, Komnas HAM juga telah tergabung dalam tim investigasi gabungan. Terkait laporan orang hilang, Komnas HAM diminta untuk mengusutnya bersama-sama.
“Itu datanya silakan diberikan ke tim gabungan, kan Komnas HAM juga sudah masuk dalam tim gabungan,” sambungnya.
Sebelumnya, Komnas HAM menerima sedikitnya 70 orang hilang saat kerusuhan yang terjadi pada 21 dan 22 Mei lalu. Hanya, setelah ditelurusi jumlah tersebut berkurang menjadi sekitar 30 orang.
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan jika jumlah orang tersebut hilang. Sebab, kekinian pihaknya tengah mengkonfirmasi hal teraebut ke pihak kepolisian.
"Awalnya dilaporkan 70 nama, sekarang berkurang menjadi 30an. Tapi ini belum bisa disebut orang hilang karena masih perlu konfirmasi. Salah satunya sedang kami konfirmasi ke kepolisian," ungkap Taufan saat dikonfirmasi, hari ini.
Baca Juga: Komnas HAM Dalami Laporan Orang Hilang saat Kerusuhan 22 Mei
Berita Terkait
-
Komnas HAM Dalami Laporan Orang Hilang saat Kerusuhan 22 Mei
-
Komnas HAM Minta Polisi Mudahkan Tersangka Rusuh 22 Mei Dibesuk Keluarga
-
Minim Saksi, Usman Hamid Sebut Polisi Sulit Usut Dalang Kerusuhan 22 Mei
-
Amnesty Internasional Ingin Bahas Detail Kerusuhan 22 Mei dengan Kapolda
-
Ungkap Penembak Misterius Kerusuhan 22 Mei, Polisi Pegang Saksi Kunci
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
Pengadilan Turun ke Lahan Eks Hotel Sultan, Proses Eksekusi Aset Negara di GBK Makin Dekat
-
Pramono Patok Target 633 Rumah Warga Jakarta Direnovasi Sepanjang 2026, Sumber Dananya dari Sini
-
Jebakan Iran di Pulau Kharg, Serangan AS Justru Bisa Picu 'Kiamat' Ekonomi Barat
-
Tekan Kecelakaan Mudik, Kemenkes Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Sopir Kendaraan Umum
-
Satu Suara, Lintas Fraksi di DPR Desak Penangkapan Perencana Serangan Terhadap Andrie Yunus
-
Dunia Wajib Was-was! Nafsu Trump Bikin 440 Kg Uranium Terkubur di Bawah Fasilitas Nuklir
-
Komisi III DPR Desak Polri Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus, Minta Kemenkes Tanggung Pengobatan
-
Video Benjamin Netanyahu Minum Kopi, Grok: 100 Persen Palsu, Buatan AI
-
Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Akan Gabung Aliansi Militer Mana Pun
-
Komisi III DPR Sebut Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Mengandung Pesan Politik Berbahaya