Suara.com - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengakui kondisi udara di ibu kota tidak sehat. Polusi udara di Jakarta tidak baik terutama bagi bayi dan manusia lanjut usia alias manula.
Namun, Agung Pujo Winarko, Kepala Seksi Penanggulangan Pencemaran Lingkungan DLH DKI Jakarta, menyebut kondisi udara yang buruk bagi bayi dan manula hanya pada saat musim kemarau.
Sementara pada musim hujan, dua golongan usia yang dianggap rentan itu tidak bermasalah dengan kondisi udara Jakarta.
"Kalau lihat tren dari baku mutu diterapkan oleh pemerintah pusat, musim penghujan bagus, tapi menjelang kemarau memang kondisi agak meningkat," ujar Agung saat dihubungi, Jumat (12/7/2019).
Saat musim kemarau, terdapat komponen udara bernama Particular Matter 2,5 (PM 2,5). Komponen berbahaya ini disebut Agung harus diantisipasi bagi orang-orang yang sensitif seperti bayi dan manula.
"Ketika masuk ke musim kemarau dengan PM 2,5 yang meningkat harus diantisipasi aja bagi mereka yang sensitif," kata Agung.
Berhubung saat ini sedang musim kemarau, bagi para orang-orang yang sensitif, Agung meminta agar membatasi kegiatan di luar rumah.
"Kalau dia secara medis sensitif terhadap kualitas udara jelek, dia mengurangi kegiatan diluar rumah, membatasi.”
Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan udara Jakarta dinyatakan tidak baik untuk bayi dan manula.
Baca Juga: Menteri LHK Sebut Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat untuk Bayi dan Manula
Namun dia mengatakan, kualitas udara Jakarta masih relatif baik dan sehat. Menteri Siti Nurbaya mengatakan standar kategori relatif baik dan sehat itu jika dibandingkan dengan baku mutu udara ambien nasional, yaitu 65 ug/Nm3.
Sementara kalau dibandingkan dengan standar World Health Organisation (WHO) pada angka 25 ug/Nm3, maka kualitas udara Jakarta masuk kategori sedang.
"Berdasarkan hasil pemantauan udara kota Jakarta, maka kualitas udara Jakarta masih relatif baik dan sehat," katanya saat membuka acara Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2019 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (11/7/2019).
Berita Terkait
-
Menteri LHK Sebut Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat untuk Bayi dan Manula
-
Menteri Lingkungan Hidup: Udara Jakarta Tidak Sehat untuk Bayi dan Manula
-
Mobil Tak Berstiker Uji Emisi Dilarang Parkir di Kantor Wali Kota Jakut
-
Kadis LH Sebut Hujan Buatan untuk Atasi Polusi Baru Berupa Saran
-
Udara Jakarta Buruk, Ratusan Mobil Uji Emisi di Jakarta Timur
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua