Suara.com - Sebanyak 1.300 pencari suaka Kebon Sirih yang mengungsi di gedung bekas Komando Militer, (Kodim) Kalideres, Jakarta Barat kekurangan sajadah untuk salat. Sementara kebutuhan makan mereka sudah tercukupi.
Wakil Walikota Jakarta Barat Muhammad Zen menjamin seluruh kebutuhan para pencari suaka. Berbagai kebutuhan logistik seperti makanan, minuman, air bersih, hingga tim medis, serta obat-obatan untuk kesehatan akan selalu dipenuhi oleh pemerintah daerah Jakarta Barat.
“Nanti dari Dinas Sosial dan Suku Dinas Sosial Jakarta Barat siap untuk membantu makan dua kali sehari siang dan malam,” katanya saat berkunjung ke lokasi.
Zen mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang mendata jumlah ibu hamil, bayi, balita, dan lansia karena menurutnya pengungsi tersebut membutuhkan penanganan khusus.
“Saya minta cepat datanya karena kalau yang usia dewasa sudah tahan banting,” ujarnya.
Di sisi lain, menurut Zen sekarang yang perlu diperhatikan adalah fasilitas mushala karena saat ia memantau tempat tersebut sajadah yang disediakan sangat sedikit.
“Logistik lain cukup ya saya kira. Hanya saja ini sajadah kenapa sangat sedikit. Saya yakin para pengungsi pada ibadah. Nanti saya akan utus Lurah Kalideres untuk memperhatikan hal tersebut,” katanya.
Zen melanjutkan dirinya akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak terkait dalam pemenuhan kebutuhan para pengungsi sehingga mereka tidak merasa kekurangan maupun membuat kegaduhan yang mengganggu warga sekitar.
“Air bersih dan semuanya akan selalu kita koordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Palyja supaya mereka tidak sampai menumpang ke warga sekitar,” katanya.
Baca Juga: Agar Tak Berpenyakit, Pencari Suaka Kebon Sirih Diajarkan Cuci Tangan
Selain itu Zen juga menegaskan bahwa ini adalah tugas kemanusiaan sehingga diharapkan warga sekitar maupun seluruh pemerintah yang terkait serta para pengungsi suaka bisa menjalin hubungan yang baik.
“Ada sekitar 1.300 orang di sini, kita berupaya untuk selalu memberikan yang terbaik karena ini adalah tugas kemanusiaan jadi akan selalu kita perhatikan,” ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Agar Tak Berpenyakit, Pencari Suaka Kebon Sirih Diajarkan Cuci Tangan
-
Lurah Kalideres Sebut Imigran Pencari Suaka Sulit Diatur
-
Dibentangkan Spanduk Penolakan, Imigran: Terimalah Kami untuk Sementara
-
Alasan Warga Tolak Keberadaan Imigran di Gedung Eks Kodim Daan Mogot
-
Dipindah ke Gedung Eks Kodim, Imigran Merasa Lebih Nyaman, Tapi...
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Dua Kali Sehari! Modus Obat Batuk dan Kunciran Rambut Dipakai Selundupkan Narkoba ke Rutan Salemba
-
Your Jewelry, your story! Temukan Inspirasi Stacking Jewelry ala Shopee
-
'Suara Indonesia Penting!' Presiden Palestina Telepon Prabowo, Minta RI Terus Kawal Gaza
-
China Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran, Dukung Pembukaan Kembali Selat Hormuz
-
Wamentan Sudaryono Bantah Kabur saat Dialog di UGM, Sebut Keluar karena Alasan Keamanan
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN
-
Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG
-
Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG
-
BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan