Suara.com - Hassan Wirajuda Perlindungan Award (HWPA) 2019, penghargaan bagi para pejuang dan pelindung warga negara Indonesia di luar negeri kembali digelar untuk kelima kali di tahun 2019 ini. Perwakilan RI dan masyarakat di berbagai negara mengusulkan kandidat individu, tokoh hingga lembaga untuk memperoleh penghargaan tersebut.
Khusus penyelenggaraan HWPA 2019 ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur mengusulkan sedikitnya 8 kandidat yang layak dinilai oleh dewan juri. Mereka terdiri dari staf perwakilan, mitra kerja perwakilan RI, masyarakat madani, dan lembaga KBRI yang menjadi kandidat pelayanan publik di prewakilan RI.
“Delapan kandidat ini kami usulkan sebagai bentuk pengakuan dan penghargaan KBRI atas kerja-kerja mereka dalam mengupayakan perlindungan dan pelayanan kepada para WNI di Malaysia khususnya para pekerja migran,” kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana, pekan lalu.
Rusdi Kirana menjelaskan, pihaknya tidak menargetkan kalah atau menang atas semua atas calon-calon yang diusulkan. Pengusulan sebanyak ini, lanjut Rusdi Kirana, layak karena Mayasia adalah episentrum kasus-kasus kasus migrant Indonesia. “Semua masalah pekerja migrant ada di wilayah Malasya dan kasusnya berat-berat. hanya para pekerja yang bekerja dengan hati yang bisa melayani banyaknya kasus pekerja migran di Malaysia,” kata Rusdi.
Penjelasan Rusdi disampaikan saat menerima kedatangan dewan juri Hassan Wirajuda Perlindungan Award untuk melakukan verifikasi para kandidat. Dewan juri yang terdiri dari Wakil Ketua Komnas Perempuan Yuniati Chuzaifah dan Pemimpin Redaksi Suara.com Suwarjono didampingi Direktur Fasilitas Diplomatik John Tjahjanto Boestami.
Adapun delapan kandidat yang diverifikasi dewan juri antara lain, Atase Imigrasi Mulkan Lekat, Pegawai Setempat Fungsi Ketenagakerjaan Iqbal Dinardi Supardi, Pegawai Setempat Staf Konsuler Galuh Indriyati, ketiganya kategori Staf perwakilan RI. Selain itu Perkumpulan Pekerja Migrant Serantau, Tenaganita Penang dan Dharma Wanita KBRI Kuala Lumpur untuk kategori Mitra Kerja Perwakilan RI. Migrant care Kuala Lumpur untuk kategori masyarakat madani dan KBRI Kuala Lumpur untuk kategori pelayanan publik di perwakilan RI.
Masing-masing kandidat dinilai telah melakukan kerja-kerja luar biasa, memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya perlindungan terhadap WNI di luar negeri, berdedikasi, loyalitas dan telah mencurahkan kemampuan dan kealian untuk berperan aktif melidungi WNI di luar negeri. “Mereka telah melakukan kerja-kerja yang kami sebut sebagai beyond the call of duty,” kata Suwarjono selaku dewan juri.
Mulkan Lekat misalnya,atasi Imigrasi ini telah melakukan beragamm inovasi dalam pelayanan keimigrasian di KBRI Kuala Lumpur. Pembuatan barcode di pengambilan paspor hingga masyarakat bisa dilayani dalam waktu 5 menit untuk pengambilan paspor, pos laju pengirimn dokumen, penghpusan formulir, penghapusan antrian lama diganti dengan antrian berbasis wajah untuk memberantas calo, layanan paspor secara daring, SMS gateaway, dan sistem layanan 24 jam.
Sementara itu, Iqbal Dinardi Supardi adalah pegawai setempat yang aktif berkontribusi penanganan dan penyelesaian kasus-kasus hukum pidana non hukuman mati, membangun sistem online, hingga bekerja keras melayani pekerja nigrant 24 jam. Hal yang sama jula terjadi pada Galuh Indriyati, pegawai setempat KBRI Kuala LUmpur yang banyak berkontribusi dalam poenyelesaian kasus WNI yang terancam hukuman mati di Malaysa, dan aktif memantau perkembangan persidangan hingga menfasilitasi kebutuhan para WNI.
Baca Juga: Kemenlu Tunggu Usulan Publik Calon Penerima HWPA 2019
Sementara itu, Serantau dan Tenaganita Penang berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas para pekerja migran Indonesia di Malaysia yang sebagian besar wanita, melindungi hingga menampung pekerja yang bermasalah dan menjadi wadah para pekerja migran asal Indonesia untuk saling berkomunikasi dan berkeluh kesah. Khusus Tenaganita juga menyediakan shelter baru para TKI yang bermasalah dengan hukum Malaysia.
Untuk Dharma Wanita KBRI Kuala Lumpur, pengusul telah melihat langsung bagaimana organisasi ini membangun para pekerja migrant yangs edang bermasalah di shelter KBRI untuk diajak berwirausaha selepas bekerja di Malaysia. Programnya Saya Mau SUkses (SMS) dengan mengelola kantin KBRI yang setiap hari melayani ratusan pemohon.
Untuk kategori pelayanan publik, dewan juri melakukan verifikasi ke seluruh proses layanan. Antara lain sistem pelayanan 24 jam, sehiingga bila sebelumnya banyak pekerja migran memenuhi jalan depan KBRI, sekarang sudah lancar karena semua calon masuk ruangan dan dilayani dengan baik. Pelayanan publik ini kategori baru yang diterapkan tahun 2019 untuk melihat bagaimana kerja-kerja perwakilan RI di berbagai negara.
Tag
Berita Terkait
-
Kisah Solikin, Rawat Anak Yatim, Lindungi WNI di Malaysia Hingga Diganjar Penghargaan HWPA 2023
-
Dedikasi 'Suster Kargo' Sang Pejuang Anti Human Trafficking Dapat Anugerah HWPA 2023
-
Malam Penganugerahaan Hassan Wirajuda Perlindungan Award 2023
-
22 Tokoh dan Lembaga Terima Hassan Wirajuda Perlindungan WNI Award 2022 Kemenlu
-
Apresiasi Pegiat Perlindungan WNI, Kemlu Beri Hassan Wirajuda Perlindungan Award
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Prabowo Siapkan Lahan di Bundaran HI untuk Gedung MUI hingga Ormas Islam, Dibangun 40 Lantai!
-
Ditjenpas Pindahkan 241 Napi High Risk ke Nusakambangan, Total Tembus 2.189 Orang!
-
Jelang Bulan Suci, Prabowo Ajak Umat Berdoa Agar Indonesia Dijauhkan dari Perpecahan
-
Bersenjata Tajam di Jam Rawan, Remaja Diamankan Patroli Gabungan di Matraman
-
Usai OTT Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, KPK Bidik Sengketa Lahan di Kawasan Wisata
-
7 Langkah Mudah Reaktivasi PBI-JK yang Dinonaktifkan
-
Prabowo: Setiap Kali Mau Berantas Korupsi, Kelompok 'Garong' Serang Balik Pakai Kerusuhan
-
Di Istiqlal, MUI Ingatkan Perusak Lingkungan Adalah Kejahatan Besar di Mata Al-Qur'an
-
Pakai Baju Koko Putih, Prabowo Hadiri Acara Munajat Bangsa-Pengukuhan Pengurus MUI di Istiqlal
-
Sempat Kabur Saat OTT, Pemilik PT Blueray John Field Menyerahkan Diri ke KPK