Suara.com - Markas Kepolisian Indonesia menyelidiki mati lampu massa Jakarta dan Banten. Mati lampu massal Jakarta menyebabkan kerugian materil dan inmateril warga.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Bareskrim Polri tengah menyelidiki penyebab terjadinya padam listrik lebih dari enam jam di kawasan Jabodetabek dan sebagian Jawa Barat dan Banten. Mati lampu massal itu terjadi, Minggu (4/8/2019).
Menurut Dedi, penyelidikan tersebut untuk memastikan ada tidaknya kesalahan manusia dalam insiden padam listrik.
"Masih didalami. Dicari dulu penyebabnya. Bisa jadi karena gangguan teknis, atau ada human error atau karena gangguan lain," kata Brigjen Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Senin.
Menurut dia, dalam penyelidikan ini, Polri sudah membentuk tim investigasi yang dipimpin oleh Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri. Tim investigasi ini akan bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Pihaknya belum bisa memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam investigasi ini.
"Sangat tergantung pada tim di lapangan. Dugaan sementara karena ada gangguan di jalur sutet di Jateng, antara Pemalang dan Semarang," katanya.
Sebelumnya, listrik di Jabodetabek, Jawa Barat dan Banten padam pada Minggu (4/8/2019) sejak pukul 11.48 WIB hingga malam hari. Pemadaman listrik tersebut mengakibatkan sejumlah fasilitas dan transportasi publik terganggu seperti KRL dan MRT.
Setelah sempat normal kembali pada Minggu malam, listrik kembali mengalami pemadaman pada Senin di sejumlah wilayah di Jabodetabek. (Antara)
Baca Juga: Tiga Ruang Kelas SMPN 10 Cilegon Terbakar saat Mati Lampu
Berita Terkait
-
Tiga Ruang Kelas SMPN 10 Cilegon Terbakar saat Mati Lampu
-
Horor Mati Lampu Massal Jakarta, Lakukan Ini Biar Selamat
-
Korban Mati Lampu Massal Jakarta Diminta Gugat PLN, Ajukan Class Action
-
Pemadaman Listrik di Jabodetabek, Layanan RSUD Kota Bekasi Berjalan Normal
-
Imbas Mati Lampu di Jakarta, Mobil Terjebak di Mesin Hidrolik Cuci Mobil
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
Terkini
-
Rano Karno Yakin Parkir Liar di Tanah Abang Bisa Tertib Dalam 3 Hari
-
Mulai Puasa Rabu Besok, Masjid Jogokariyan dan Gedhe Kauman Jogja Gelar Tarawih Perdana
-
Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026, Ini Penjelasan Kemenag
-
Kemenag Tetapkan 1 Ramadan Pada Kamis 19 Februari, Mengapa Beda dengan Muhammadiyah?
-
Bertemu Wakil Palestina di PBB, Menlu Sugiono Tegaskan Dukungan Indonesia
-
Getok Tarif Parkir Rp100 Ribu, Polisi Ciduk 8 Jukir Liar di Tanah Abang
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Komdigi Siapkan Aturan Penggunaan AI, Lokataru Endus Motif Kepentingan Bisnis dan Politik
-
Sambangi Kelenteng Bio Hok Tek Tjeng Sin, Rano Karno Gaungkan Pesan Keadilan di Tahun Baru Imlek
-
Lokataru Minta Masalah Kebocoran Data Nasional Dievaluasi Sebelum Bahas RUU KKS