News / Metropolitan
Kamis, 08 Agustus 2019 | 18:07 WIB
Motor Driver Ojol yang Parkir di Pinggir Plaza Senayan. (Instagram/newdramaojol.id)

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan merazia para ojek online yang masih nekat mangkal di bahu jalan. Dengan demikian, pengendara ojol pun meminta Pemprov DKI Jakarta agar sedianya bisa memberikan ruang khusus bagi ojol menanti penumpangnya.

Hal itu disampaikan oleh Eri Purwanto (46) yang berprofesi sebagai sopir ojol. Ia kini lebih memilih untuk nongkrong di bahu jalan agar lebih efisien menjemput penumpang yang seringkali berjarak lumayan jauh dari dirinya.

Eri Purwanto, salah satu ojol yang ditemui di Jalan Dharmawangsa, Jaksel. (Suara.com/Ria Rizki).

"Kalau menurut saya mah biar ngetem-nya enak mah harus ada lahan-lahan parkir buat ojol," kata Eri saat ditemui sedang mengetem di kawasan Jalan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (8/8/2019).

"Kalau begini mau bagaimana ya tempatnya juga enggak ada, susah buat parkir juga makanya sembarangan aja yang bisa buat ojol berhenti," sambungnya.

Menunggu di bahu jalan hingga mendapatkan penumpang menjadi pilihan Eri agar tidak mendapatkan amarah dari penumpang. Tak jarang, Eri mengaku sering dimarahi penumpang lantaran lama menjemput.

"Kadang-kadang lebih dari satu kilometer penjemputan kadang-kadang kustomer enggak ngerti. Misalnya kita ngetem di sini, terus kita ngambil di Polres. Ini kalau kita enak ngambilnya gitu kalau putar balik kan repot," ujarnya.

Meski demikian, Eri enggan menerima kalau pihaknya lah yang menjadi biang kemacetan di Jakarta. Menurutnya kemacetan di Jakarta juga turut disumbang oleh kendaraan lain.

"Ya dibilang setuju enggak setuju sih. Bisa dibilang macet ini kendaraan pribadi juga bisa," kata dia.

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menindak para ojol yang masih bandel mangkal di badan jalan. Pemprov akan melakukan razia untuk mengatasi hal tersebut.

Baca Juga: Biar Cepat Dapat Penumpang, Alasan Ojol Demen Ngetem di Pinggir Jalan

Dinas Perhubungan DKI Jakarta menamakan razia tersebut operasi lingkar badai. Nantinya operasi tersebut dilakukan kepada ojol yang mangkal di kawasan halte TransJakarta, stasiun dan lokasi lainnya yang menimbulkan kemacetan karena ulah ojol itu.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan akan menempatkan para anggotanya di beberapa lokasi. Tujuannya untuk menggertak para ojol agar tidak mangkal sembarangan.

"Di situ ada anggota kami yang melingkar misalnya di Sudirman-Thamrin dan Merdeka Barat itu mereka ojol untuk tidak parkir di lokasi-lokasi tadi," kata Syafrin di Balai Kota, Rabu (7/8/2019).

Ia berharap melalui operasi tersebut, para ojol tidak mangkal sembarangan. Dishub disebut Syafrin akan bekerjasama dengan Ditlantas Polda Metro Jaya. Kepolisian nantinya akan melakukan tindakan hukum sesuai dengan wewenangnya.

Load More