Suara.com - Politikus PKS Nasir Djamil menyoroti lamanya proses pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta. Kursi tersebut sudah lama kosong setelah ditinggalkan Sandiaga Uno yang saat itu maju sebagai Cawapres pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019.
Nasir menilai ada pihak yang menghambat pengisian kursi DKI 2 yang seharusnya menjadi hak PKS. Partai Gerindra dan PKS merupakan partai pengusung Anies Baswedan - Sandiaga saat Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.
"Iya saya juga enggak tahu sepertinya ada upaya untuk membolak-balikan sesuatu yang sudah diatur, sesuatu yang sudah disepakati. Sepertinya ada kekuatan tertentu yang menghalang-halangi PKS menjadi wagub dampingi Anies," kata Nasir di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (8/8/2019).
Ia menuturkan, kosongnya kursi wagub tersebut sangat berdampak pada performa Anies selaku Gubernur DKI yang tidak dapat berkonsentrasi penuh. Dampak merugikan lainnya juga berimbas bagi masyarajat DKI itu sendiri.
"Ini sangat disayangkan lho, yang disayangkan warga DKI karena tidak punya wagub yang bisa membantu upaya percepatan pembangunan di DKI, tidak pincang," kata Nasir.
Meski demikian, Nasir tidak menyebutkan pihak yang dimaksud menjadi penghalang PKS dalam menduduki kursi wagub DKI. Namun ia meminta kepada pengurus PKS di wilayah DKI Jakarta agar dapat segera menyelesaikan persoalan tersebut sebelum periode DPRD berganti.
"Kita sayangkan itu, sesalkan itu. Kita harapkan sumbatan dua komunikasi itu bisa dihilangkan. Kita harapkan juga pengurus PKS di DKI bisa berusaha membangun komunikasi politik yang ada di DPRD DKI sehingga hambatan atau kecenderungan menggagalkan ini bisa hilang," katanya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Syarif, menyebut proses pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta akan molor dan diteruskan pembahsannya dengan anggota dewa nperiode 2019 - 2024. Syarif menganggap PKS selaku salah satu partai pengusung dua kandidat Wagub, menjadi penyebabnya.
Syarif mengatakan, PKS tidak handal melakukan lobi-lobi politik dengan partai lainnya untuk bisa menghadiri Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab). Akibatnya Rapimgab selaku tidak memenuhi syarat minimal kehadiran anggota alias tidak quorum.
Baca Juga: Megawati Ajak Prabowo Tempur, PKS: Pilpres 2024 Ada Puan dan Sandiaga
"Sangat berpotensi (Rapat Paripurna) akan berlangsung setelah anggota DPRD yang baru. Saya kira ini terjadi karena PKS kurang optimal dalam melakukan pendekatan dan lobi-lobi," ujar Syarif saat dihubungi, Jumat (2/8/2019).
Saat ini proses pemilihan Wagub masih tertahan karena tata tertib (tatib) untuk rapat paripurna belum kunjung disahkan. Rapimgab untuk mengesahkan tatib tersebut kerap ditunda karena hanya dihadiri sedikit anggota DPRD Jakarta.
Berita Terkait
-
Jokowi Teken Perpres Mobil Listrik, Anies: Semua Sudah Siap
-
Bakal Kembali ke Gerindra, Sandiaga Minta Waktu Berlibur ke Prabowo
-
Sumbang Polusi Jakarta, Anies Minta PLN Periksa Cerobong Asap PLTU
-
Megawati Ajak Prabowo Bertempur 2024, Gerindra: Lawan Bisa Jadi Kawan...
-
Mesem Ditanya Pilwalkot Tangsel, Sandiaga Dicueki Mpok Nur?
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
6 Skin Tint yang Cocok untuk Kulit Kering dan Dehidrasi, Hasil Makeup Lebih Nyatu
-
Alur Gila 'The Scarecrow': Trauma Lama, Pembunuh Berantai dan Misteri Gelap
-
Jorge Messi Wafat, Lionel Messi Pimpin Prosesi Perpisahan dengan Penjagaan Ketat
-
Kata-kata Ole Romeny Usai Cetak Gol, Pelatih PSV Dibuat Naik Pitam
-
5 Fakta Mengejutkan Temuan 995 Senjata dan CD Porno di Sekolah Swasta Jaksel
-
Mengenal Kerajinan 'Anam Kepang', Esensi Edukatif yang Mati Ditelan Zaman
-
7 Negara di Asia yang Merayakan Kemerdekaan pada Bulan Agustus, Tak Cuma Indonesia
-
Spanduk 10 Meter 'Belum Merdeka dari Asap' Bentang di CFD Jembatan Ampera
-
Dilema Perayaan Kemerdekaan dan Iuran Besar yang Memberatkan Warga
-
AJI Pekanbaru-GREEN for Riau Initiative Gelar Workshop dan Fellowship